Bang Yos:
Visi Misi Para Cagub Gombal
Rabu, 25 Jul 2007 00:02 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menilai visi misi yang dibacakan pasangan calon pada sidang paripurna istimewa DPRD DKI Jakarta pada Minggu 22 Juli lalu, hanya rayuan gombal untuk mencuri hati rakyat. Alasannya, siapapun gubernur yang memimpin ibukota tak akan mampu menjalankan visi misi tersebut."Biasalah, itu hanya akal-akalan saja. Bagaimana seorang calon menarik perhatian dengan kelihatan yang aneh. Capres juga begitu," ujar Sutiyoso usai Sidang Paripurna Laporan Pelaksanaan Pertanggungjawaban APBD 2006 di DPRD DKI Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (24/7/2007).Hal itu ditegaskan Sutiyoso terkait dengan adanya visi misi yang menyinggung mengenai perlunya perombakan manajemen dalam pemerintahan provinsi DKI. Serta sistem rekruitmen yang salah, sehingga pasangan calon tersebut berjanji akan melakukan perombakan besar-besaran.Menurut pria yang akrab disapa Bang Yos, penyampaian visi misi itu tidak lain hanya menarik perhatian masyarakat agar kelihatan memiliki nilai jual. Sehingga bisa memenangkan pilkada langsung pertama di ranah betawi ini."Jangan percayalah, itu hanya rayuan gombal. Saya sendiri rasakan masih banyak yang belum bisa saya lakukan untuk masyarakat, apalagi yang belum jadi gubernur," tegas Bang Yos.Sebelumnya, calon gubernur Fauzi Bowo menyampaikan visi misi dengan penuh semangat, tidak hanya sekedar membenahi Jakarta, melainkan melakukan perombakan sistem pemerintahan yang selama ini kurang efektif dan tidak sesuai dengan basis kompetensi. Upaya ini merupakan bagian dari 19 visi misi yang akan dilaksanakan oleh Fauzi bila terpilih sebagai DKI 1.Sementara itu, pengamat politik Uncu Natsir mengatakan, setiap calon incumbent merupakan bagian dari masa lalu pemerintahan provinsi. Sehingga visi misi yang disampaikan sama dengan mengakui kesalahan dan kelemahan sistem birokrasi selama ini."Visi misi itu sama saja mengakui kelemahan pemprov selama ini. Padahal dirinya pernah menjadi sekretaris daerah atau birokrat nomor satu di tingkat daerah. Apalagi pernah mendampingi Sutiyoso selama lima tahun. Kalau mau perbaikan kenapa tidak sejak dulu saja?" tandasnya.Karena itu, Uncu menghimbau agar masyarakat tidak mudah terlena dengan janji manis yang dikeluarkan oleh calon gubernur pada saat kampanye."Masyarakat harus cerdas menggunakan hak pilih. Bagaimana mau memilih seorang calon gubernur yang merupakan bagian dari kesalahan masa lalu," imbuh pria berambut putih ini.
(rmd/aba)











































