Ada Peran Diplomat Wanita dan Emir Qatar
Selasa, 24 Jul 2007 21:14 WIB
Brussel - Pembebasan medisi Palestina dan Bulgaria berkat peran diplomat wanita Benita Ferrero-Waldner dan Emir Qatar, Syeikh Hamad bin Khalifa Al-Thani.Demikian diungkapkan Ketua Komisi UE Jose Manuel Barroso di Brussel hari ini, Selasa (24/7/2007).Selain istri presiden Prancis Cecilia Sarkozy, peran Benita dan Syeikh Hamad sangat menentukan dalam upaya membebaskan seorang dokter Palestina dan lima perawat Bulgaria, yang oleh pengadilan Libya dijatuhi hukuman seumur hidup dari semula hukuman mati.Benita, yang sehari-hari menjabat Komisi UE Bidang Hubungan Luarnegeri, bolak-balik Brussel-Tripoli untuk menyelamatkan keenam orang tersebut. Sedangkan campur tangan Syeikh Hamad adalah atas permintaan Barroso dan presiden Sarkozy."Presiden Sarkozy dan saya sendiri yang telah meminta dia (Syeikh Hamad) untuk membantu, sebab Qatar adalah sahabat Eropa dan negara Arab," demikian Barroso, seperti dikutip de Volkskrant.Senin kemarin Barroso melakukan kontak telepon cukup lama dengan pemimpin Libya, Moammar Ghaddafy. Dia menjanjikan bahwa Eropa siap mengambil langkah untuk menormalisasi hubungan dengan Libya. "Hubungan dengan Libya terhambat sebagian besar karena masalah ini. Sekarang (hubungan) ini bisa dilanjutkan kembali," sambung Barroso.Barroso menekankan bahwa selain normalisasi hubungan diplomatik UE tidak menjanjikan bantuan finansial ekstra sebagai imbalan dalam pembebasan ini. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pembebasan tersebut "untuk kita di Eropa merupakan momen yang melegakan, emosi dan kebahagiaan." Rencananya detil mengenai kesepakatan dengan Libya yang perundingannya berlangsung hingga memasuki dinihari Selasa tadi, akan diumumkan hari ini. "(Perundingan) itu sangat sulit," demikian Barroso.
(es/es)











































