Depag Bangun Pesantren di Daerah Perbatasan
Selasa, 24 Jul 2007 20:13 WIB
Jakarta - Departemen Agama (Depag) akan membangun pondok pesantren di daerah perbatasan. Kehadiran pondok pesantren di wilayah perbatasan dimaksudkan untuk menjaga ketahanan nasional bagi warga setempat. Hal ini disampaikan Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni saat memberi sambutan pada pembukaan Rakornis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (24/7/2007) yang dihadiri KSAD Jenderal Djoko Santoso dan jajaran petinggi TNI-AD dan pejabat Depag.Dalam rilis yang diterima detikcom, Depag menaruh perhatian besar terhadap pembangunan fisik di kawasan miskin. Utamanya di wilayah perbatasan yang menjadi 'etalase' bagi Indonesia. Karena itu, kata Maftuh, pihaknya siap membangun pondok pesantren di wilayah perbatasan. "Kehadiran pondok pesantren di wilayah perbatasan dimaksudkan untuk menjaga ketahanan nasional bagi warga setempat. Terlebih lagi di daerah masih marak pencurian kayu. Ini juga harus dicegah," kata Menag. Menag menyarankan TMMD lebih banyak menekankan aspek pembangunan fisik. Kendati demikian, pihak TNI AD siap melaksanakan pembangunan nonfisik, terutama yang menyangkut bidang wasasan kebangsaan dan ketahanan nasional. Sedangkan pembangunan non fisik menjadi wilayah tanggung jawab Depag adalah bidang spiritual. Mendengar rencana Menag akan membangun pesantren di wilayah perbatasan, KSAD menyambut gembira. Idealnya, pondok pesantren di perbatasan tersebut dibangun di wilayah Kalimantan yang berbatasan dengan negeri jiran, Malaysia.
(asy/asy)











































