Ditukar Paket Bantuan UE, Libya Bebaskan Tahanan Medisi

Ditukar Paket Bantuan UE, Libya Bebaskan Tahanan Medisi

- detikNews
Selasa, 24 Jul 2007 20:02 WIB
Brussel - Setelah 8 tahun ditahan, dokter Palestina dan perawat Bulgaria akhirnya dibebaskan Libya hari ini. Imbalannya, Libya akan mendapat paket bantuan dari Uni Eropa (UE).Paket bantuan itu meliputi bidang perdagangan, beasiswa untuk pelajar Libya ke Uni Eropa, kerjasama arkeologi, pemberantasan imigrasi ilegal dan penanganan penderita AIDS. Dengan imbalan tersebut lima perawat Bulgaria dan seorang dokter Palestina kembali menikmati kemerdekaanya siang tadi WIB. Demikian de Trouw seperti dipantau detikcom, Selasa (24/7/2007).Sebelumnya mereka telah divonis hukuman mati atas dakwaan sengaja menginfeksi anak-anak Libya dengan HIV. Kasus ini mendapat perhatian besar di Eropa dan menggelinding dengan cepat. Hukuman langsung diubah menjadi seumur hidup, sejak Libya mendapat komitmen bahwa setiap anak korban HIV akan mendapat santunan EUR 1 juta.Kunjungan istri presiden Prancis Cecilia Sarkozy menjadi antiklmaks drama kemanusiaan ini. Disebutkan bahwa Cecilia berhasil melunakkan hati Ghadaffy, sehingga pemimpin Libya itu bersedia menyetujui permohonan pemerintah Bulgaria untuk penyerahan kelima warga negaranya. Mereka telah tiba di Sofia siang WIB tadi.Perkembangan ini disambut presiden Sarkozy dengan menyatakan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Libya besok (25/7/2007) "untuk membantu menyatukan Libya dengan masyarakat internasional." Sarkozy membantah bahwa ada peran uang tebusan dalam proses pembebasan itu."Baik Eropa maupun Prancis tidak mengeluarkan kontribusi sesenpun," kata Sarkozy.Selama ini kasus tersebut telah menghambat normalisasi peran Libya dalam panggung dunia. Pada 2003 Libya sebenarnya telah dibebaskan dari sanksi dan boikot, setelah menyatakan menyetop proyek pembangunan senjata pemusnah massal dan menyelesaikan kasus Lockerbie. Namun UE menolak meneken traktat, sebelum para medisi itu dibebaskan. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads