Penyiksaan Para Calon Pamdal Bukan Urusan Biro DPR
Selasa, 24 Jul 2007 16:51 WIB
Jakarta - 3 Calon Pamdal DPR terluka serius akibat pelatihan yang digelar PT Satria Putra Mandiri (SPM). Tapi rupanya Biro Pamdal DPR tidak mempermasalahkan hal itu."Materi latihannya itu apa, saya nggak ikut campur. Ini semua otoritas PT SPM," kata Kabiro Pamdal DPR Mardiyan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/7/2007).DPR menggunakan jasa outsourcing seperti ini sejak awal tahun 2007. Saat ini petugas Pamdal di DPR dari PT SPM sebanyak 212 orang.Perihal adanya korban dalam pelatihan PT SPM, Mardiyan mengatakan, seharusnya mereka tahu konsekuensi pelatihan Pamdal."Seharusnya ya, kalau mau masuk ke lingkungan seperti ini harus menyesuaikan diri, jangan memaksakan," ujarnya."Perlu diingat, PT SPM tidak hanya melatih untuk DPR, tetapi juga untuk perusahaan-perusahaan lain," tambah Mardiyan.Mardiyan mengatakan, saat ini DPR membutuhkan 40 anggota Pamdal tambahan. Sampai sekarang, menurut Mardiyan, ada 62 orang yang masih ikut latihan. Jumlah tersebut didapat setelah 19 peserta pelatihan mengundurkan diri."Jadi nggak ada masalah," ujarnya.Saat ditanya keterlibatan Marinir dalam pelatihan, Mardiyan lagi-lagi tidak mempermasalahkannya. Urusan pelatih diserahkan pada PT SPM."Itu urusannya PT SPM. Ada marinir, TNI, dan polisi," pungkasnya.
(gah/sss)











































