Calon Pamdal DPR Disiksa Pelatihan Ala IPDN
Selasa, 24 Jul 2007 16:14 WIB
Jakarta - Ruang wartawan di Gedung DPR dikejutkan oleh kedatangan 3 pria dengan kondisi luka dan lemas. Tak kalah mengejutkan, ketiga orang itu mengaku menjadi seperti itu ketika menjalani pelatihan dari PT Satria Putra Mandiri (SPM) demi menjadi petugas Pamdal DPR.Mereka yang datang adalah Marcello Ardiyanto, Ahmad Sofyan, dan Ahmad Fauzi Haikal. Ketiganya adalah calon petugas Pamdal yang mengaku menjalani pelatihan tidak wajar dari perusahaan penyedia jasa keamanan PT SPM."Ini bukan dididik, tapi disiksa. Akhirnya kami tidak kuat. Kami melarikan diri semalam," ujar Marcello kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/7/2007).Marcello menceritakan, dia beserta Sofyan dan Fauzi adalah sebagian calon petugas Pamdal yang kabur setelah menjalani pelatihan hari pertama di Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Dari 80 calon, 20 orang sudah mengundurkan diri.Marcello menunjukkan bagian pantatnya yang tampak biru dan membengkak. "Ini karena dipukul kayu," ujarnya.Ahmad Fauzi mengaku sampai sekarang ulu hatinya masih sakit karena dipukul ala IPDN yang dilakukan pelatih mereka dari Marinir. Bahkan nasib Ahmad Sofyan lebih mengerikan lagi."Saya sampai sempat kencing darah kemarin," ungkap Sofyan.Sebenarnya ada 4 korban PT SPM yang mengadu. Tetapi Asep Mulyadi kondisinya lebih parah sehingga harus dirawat di RS Budi Lestari, Bekasi. Dia diwakili bapaknya, Suprayogi."Semalam pulang pukul 12 langsung muntah-muntah. Akhirnya saya bawa ke RS, sampai sekarang masih dirawat," terang Suprayogi yang juga merupakan staf DPR Bagian Biro Umum itu.Oleh karena itu Marcello dan kawan-kawannya menuntut agar PT SPM mengembalikan uang pendaftaran mereka Rp 800 ribu. "Saya minta uang 800 ribu dikembalikan. Uang administrasi dan biaya pelatihan selama seminggu," pintanya."Saya juga nggak kuat. Saya minta uang dikembalikan. Nggak apa-apa dipotong. Kita melakukan, dipukul, nggak melakukan, juga dipukul," tambah Fauzi.Setelah curhat, mereka pergi meninggalkan Gedung DPR. Rencananya mereka akan menanyakan langsung ke PT SPM tentang nasib rekrutannya itu."Saya sudah mempertanyakan pada Kepala Biro Pamdal, tapi belum ada tanggapan. Katanya bukan tanggung jawabnya. Padahal sebelumnya tidak diberitahu kalau mau begini," imbuh ibu Marcello, Chandra.
(gah/sss)











































