Polda Jateng membebaskan 45 orang yang ikut aksi solidaritas mahasiswa dan ojek online (ojol) di Semarang. Sebagian dari mereka masih berstatus pelajar.
"Yang 45 ditangkap Polda sudah dipulangkan tadi pagi semua," kata ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto, dilansir dari detikJateng, Sabtu (30/8/2025).
Mereka disebut ditangkap karena melempar dan berteriak saat aksi demonstrasi di Mapolda Jateng. "Iya, rata-rata anak-anak kecil, bukan mahasiswa-pelajar itu. Banyak yang pengangguran," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka anarkis, provokasi di depan Mako, lempar-lempar, teriak-teriak, mengganggu ketertiban umum," lanjutnya.
Namun aksi kembali ricuh sekitar pukul 01.30 WIB tadi. Massa yang mulanya berkumpul di Mapolda disebut sempat meminta untuk masuk menemui massa yang ditangkap.
"Mereka berkumpul banyak, 50-100 orang. Mereka menuntut temannya dikeluarkan, kemudian ada perwakilan 7 orang untuk menemui yang ditangkap. Namun yang di luar tetap melakukan provokasi melempar, teriak. Mereka nggak mau keluar, ya kita dorong," jelas Artanto.
Simak selengkapnya di sini
Lihat juga Video: 3 Mobil ASN di Kantor Gubernur Jateng Terbakar Saat Demo Ricuh