Ratusan Warga Jatinangor Kembali Datangi Kampus IPDN
Selasa, 24 Jul 2007 11:56 WIB
Sumedang - Sekitar 500 orang kembali mendatangi Kampus IPDN, di Jl. Raya Bandung-Sumedang, Jatinangor, Sumedang. Mereka kembali menuntut pembubaran IPDN. Mereka juga meminta Rektor IPDN meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat terkait kasus pengeroyokan praja IPDN terhadap Wendi Budiman. Hingga pukul 11.40 WIB, Selasa (27/7/2007), acara unjuk rasa ini masih berlangsung. Massa terdiri dari warga Jatinangor dan sejumlah mahasiswa, antara lain dari BEM UNPAD dan Komite Rakyat untuk Kemanusiaan. Massa datang ke Kampus IPDN dengan mengendarai ratusan sepeda motor. Di depan gerbang utama Kampus IPDN, mereka tetap menyalakan mesin motornya dan membunyikan klakson. Teriakan 'Bubarkan IPDN' terdengar berkali-kali. Sejumlah perwakilan demonstran melakukan orasi. Dalam orasi yang dilakukan secara bergantian itu, massa mengutuk keras terhadap penganiayaan praja IPDN terhadap Wendi Budiman. Mereka juga meminta Rektor IPDN menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat dalam waktu sesingkat-singkatnya. "Kami juga menuntut pembubaran IPDN sesegera mungkin. Jatinangor tidak terima lagi IPDN di sini. Bubarkan IPDN," kata warga. Para warga juga meminta Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh bersedia menemui demonstran. Namun, karena Kaloh sedang berada di Jakarta menghadap Mendagri, akhirnya Pembantu Rektor III IPDN Indrarto menemui massa menggantikan Kaloh. Awalnya Indrarto berdiri di belakang portal gerbang dengan pengamanan oleh polisi. Namun, karena massa meminta Indrarto keluar dari gerbang, akhirnya Indrarto pun terpaksa menemui massa. Saat Indrarto keluar dari gerbang, massa mengucapkan kalimat sumpah serapah. Indrarto pun naik ke atas mobil yang digunakan untuk orasi. Di depan Kampus IPDN, ada sekitar 30 polisi yang mengamankan aksi ini.
(asy/nrl)











































