Emak-emak ikut berorasi di demo bela Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas dilindas rantis Brimob, yang digelar di Polda Metro Jaya hari ini. Emak-emak bernama Neno itu menyampaikan kekecewaannya atas kematian Affan.
"Makhluk paling sakral sampai turun ke jalanan. Karena apa? Karena mereka pengkhianat bangsa, mereka pembunuh. Kami tidak terima, sebagai orang tua, anak kami dibunuh," kata Neno menggebu.
Neno meminta polisi membenahi institusinya. Dia meminta jangan ada lagi kasus serupa seperti yang Affan alami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suatu saat hukum karma akan berlaku untuk kalian. Jangan kalian jahat sama rakyat, apalagi sama mahasiswa, yang selalu menyuarakan keadilan. Gaji yang kalian pakai dari rakyat," tuturnya.
Neno juga mengkritisi anggota DPR RI, mulai Uya Kuya, Eko Patrio, hingga Ahmad Sahroni. Dia menyebut legislator tersebut lebih cocok menjadi pelawak.
"Kalian (anggota DPR) pantasnya jadi pelawak, tidak pantas jadi pejabat," imbuhnya.
Sebagai informasi, Affan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8) malam. Rantis Brimob itu awalnya menabrak Affan.
Mobil sempat berhenti sejenak, lalu melaju lagi sambil melindas Affan yang sudah tergeletak di jalan. Massa dari pengemudi ojol dan warga langsung mendatangi Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat (Jakpus). Massa yang mengamuk membakar pos polisi (pospol) di kolong flyover Senen.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan berjanji mengusut kasus secara transparan. Ada tujuh anggota Brimob yang diamankan buntut peristiwa tersebut.
Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan dirinya kecewa terhadap tindakan personel Brimob yang menyebabkan Affan tewas. Dia meminta kasus ini diusut tuntas dan pelaku diberi hukuman sekeras-kerasnya.
Lihat juga Video 'Massa Bakar Rumah Aset MPR Depan Gedung DPRD Jabar':