IPDN Lembaga Usang, Tidak Layak Dipertahankan

IPDN Lembaga Usang, Tidak Layak Dipertahankan

- detikNews
Selasa, 24 Jul 2007 09:58 WIB
Jakarta - Tuntutan pembubaran IPDN mencuat lagi seiring pengeroyokan praja yang menewaskan Wendi Budiman (21). Setelah warga Jatinangor, Sumedang, kini kalangan DPR yang kembali menyuarakannya.Ketua FPAN Zulkifli Hasan menilai tindak kekerasan yang kembali dilakukan praja IPDN sebagai bukti nyata lembaga itu tidak layak dipertahankan, karena sangat jauh dari tradisi reformasi yang menghargai semua orang. Karena itu, pemerintah harus mengambil tindakan cepat dan tepat, yaitu menghentikan seluruh proses belajar mengajar di IPDN dan mengembalikan sistem pendidikan IPDN ke daerah-daerah."Ini bukti nyata IPDN tidak tersentuh reformasi. Ini lembaga usang yang masih memakai cara-cara Orba. Ini sudah harus dibubarkan kembalikan saja ke daerah-daerah," tegas Sekjen DPP PAN itu saat dihubungi detikcom, Selasa (24/7/2007).Menurut Zul, berbagai kesempatan telah diberikan, baik oleh tim evaluasi, penggantian rektor dan lain-lain. Namun upaya pemberian kesempatan itu ternyata tidak digunakan semaksimal mungkin untuk merebut lagi hati rakyat.Karena itu agar tidak jatuh korban lebih banyak lagi, pemerintah harus arif dan bijaksana menghentikan semua kekerasan."Sudah tidak bisa ditolerir lagi, semakin lama tidak diambil tindakan akan semakin banyak korban. Karena tidak ada pendidikan yang mengajarkan kekerasan," cetus anggota Komisi VI itu.Soal rencana wisuda lulusan IPDN oleh Presiden SBY pada Agustus nanti, Zul mengatakan, itu sebagai proses yang sudah berjalan, sehingga sebaiknya tetap dilakukan. Namun dia meminta praja yang terbukti melakukan tindakan kriminal diproses hukum."Tidak adil kalau yang sudah belajar dengan baik waktunya wisuda tidak diwisuda, yang bersalah ya harus diproses," tandasnya. (umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads