Aksi demonstrasi di depan Markas Satuan Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat, memanas. Massa aksi didorong mundur oleh pihak kepolisian.
Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (29/8/2024), massa mulai didorong mundur pukul 14.50 WIB. Massa yang marah karena kematian sopir ojol Affan Kurniawan (21) itu didorong mundur setelah menyalakan petasan dan melemparkan benda-benda ke dalam Markas Brimob.
Polisi mendorong mundur massa dengan menggunakan tembakan gas air mata. Massa yang semula berada tepat di depan Markas Brimob langsung berhamburan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa langsung berlari ke arah Tugu Tani hingga ke arah Simpang Senen. Sampai saat ini situasi pun masih memanas dan masih terdengar suara letusan.
Seperti diketahui, massa aksi kembali mendatangi Markas Satuan Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat. Massa yang sempat bubar sebelum pukul 12.00 WIB kembali datang siang hari ini.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menemui massa aksi per pukul 13.40 WIB. Dia bersumpah mengusut tuntas insiden Affan Kurniawan (21), ojol yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Barakuda hingga tewas.
"Pertama, tadi malam diminta untuk punya tanggung jawab, kita hadir di rumah sakit, Kapolri, Kapolda. Terus kemudian yang kedua, untuk proses penegakan hukum, saat ini anggota kami melaksanakan proses pemeriksaan di Mabes Polri. Demi Allah, demi Rasul, saya muslim. Jadi saat ini anggota kami sedang dalam proses pemeriksaan di Mabes Polri," kata Henik saat menemui massa aksi di depan Markas Sat Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
Henik memastikan anggotanya saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mabes Polri. Dia menyampaikan pengusutan ini juga menjadi perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Ini sudah perintah Presiden. Tentunya nanti proses pemeriksaannya akan disampaikan ke publik. Karena ini perintah Presiden langsung loh. Pak Prabowo yang tadi statement di TV. Jadi nanti dari Mabes Polri yang akan menyampaikan kepada Saudara-saudara semua secara transparan proses penegakan hukum yang dilaksanakan," ujar Henik.
(gbr/gbr)