10 Hal Diketahui soal Pengusutan Rantis Brimob Lindas Ojol hingga Tewas

10 Hal Diketahui soal Pengusutan Rantis Brimob Lindas Ojol hingga Tewas

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 29 Agu 2025 07:51 WIB
Jenazah Affan Kurniawan pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas mobil rantis Brimob di Jakarta Pusat bakal dimakamkan di TPU Karet Bivak. (Taufiq S/detikcom)
Foto: Jenazah Affan Kurniawan pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas mobil rantis Brimob di Jakarta Pusat bakal dimakamkan di TPU Karet Bivak. (Taufiq S/detikcom)
Jakarta -

Affan Kurniawan, sopir ojek online tewas usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan siap mengusut kasus itu hingga tuntas.

Affan tewas dilindas rantis Brimob di Jakarta pada Kamis (28/8). Peristiwa itu buntut demo ricuh yang terjadi di Gedung DPR/MPR sejak sore hari.

Selain Affan, ada satu sopir ojol yang juga terlindas rantis Brimob. Namun, nyawa sopir ojol itu masih tertolong dan kini tengah menjalani perawatan di RS Pelni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum detikcom, Jumat (29/8/2025), berikut ini sejumlah hal yang diketahui tentang pengusutan kasus tersebut:

1. Kapolri Perintahkan Kadiv Propam Usut

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf usai kendaraan taktis Brimob melindas ojol. Jenderal Sigit menegaskan telah memerintahkan jajarannya untuk segera mengambil langkah penanganan.

ADVERTISEMENT

"Saya sangat menyesali terhadap insiden yang terjadi, dan mohon maaf sebesar-besarnya atas peristiwa ini," kata Sigit dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8/2025).

Kapolri mengatakan dirinya sudah memerintahkan Kapolda untuk mencari keberadaan korban dan memastikan penanganan medis bersama tim dari Pusdokkes dan Karumkit Polri. Selain itu, ia juga menginstruksikan Divisi Propam untuk turun tangan.

"Saat ini saya minta Kapolda untuk segera mencari keberadaan korban dan segera mengambil langkah yang diperlukan bersama tim dari Pusdokkes dan Karumkit Polri. Saya juga sudah perintahkan Kadiv Propam untuk menindaklanjuti dan lakukan langkah terhadap peristiwa yang terjadi," jelasnya.

2. Kapolda Metro Minta Maaf

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri lalu menyampaikan kabar duka meninggalnya satu orang warga yang dilindas rantis Brimob. Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan permohonan maaf.

"Hari ini kami sangat berduka sekali kehilangan saudara kita, yang mana ada kejadian tadi sore, sehingga dengan adanya kejadian tersebut saya atas nama pimpinan Polda Metro dan atas nama kesatuan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam dan turut berduka cita sedalam-dalamnya," jelas Irjen Asep di RSCM, Kamis (28/8/2025).

Irjen Asep telah bertemu dengan keluarga almarhum dan ayahanda dari almarhum, Zulkifli.

"Dan alhamdulillah beliau sudah bisa menerima kami," imbuhnya.

3. Anggota Brimob Terlibat Ditindak Tegas

Kapolda menyatakan akan bersikap tegas dalam mengusut kasus rantis Brimob yang menabrak sopir ojek online hingga meninggal dunia. Anggota yang terlibat akan dihukum tanpa pandang bulu.

"Saya tegaskan di sini akan menindak tegas anggota yang melakukan kesalahan, pelanggaran terhadap kejadian tadi sore," kata Irjen Asep.

Saksikan Live DetikSore:

Irjen Asep mengatakan Propam Polri juga akan dilibatkan dalam mengusut kasus tersebut. Kapolda Metro menjamin pengusutan kasus akan dilakukan secara transparan.

"Nanti akan kami serahkan kepada Bapak Kadiv Propam untuk prosesnya," katanya.

"Kita akan buka setransparan mungkin untuk proses penyidikannya," sambung Irjen Asep.

4. Polri Tanggung Biaya Rumah Sakit

Irjen Asep memastikan pihaknya akan menanggung segala biaya rumah sakit hingga kebutuhan keluarga korban. Irjen Asep mulanya memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Zulkifli, ayah korban, terkait insiden yang terjadi Kamis (28/8/2025) malam hari tadi. Ia pun memastikan akan menindak tegas pelaku yang menabrak dan melindas korban.

"Tadi juga dari Pak Zulkifli, bapak almarhum, tadi minta keadilan, dan kami siap memberikan keadilan, kita serahkan kepada Propam agar ditindak sesuai aturan yang berlaku," kata Irjen Asep

Irjen Asep juga memastikan pihaknya akan menanggung seluruh biaya rumah sakit. Selain itu, ia juga berjanji menanggung biaya lainnya ke depannya.

"Juga untuk selanjutnya kami sudah bicara dengan Pak Zulkifli ya untuk apa-apa yang menjadi tanggungan di RS ataupun ke depannya itu menjadi tanggung jawab kami semuanya," ucapnya.

Dia pun memastikan semuanya akan diusut tuntas. Ia menegaskan korban dan keluarga merupakan saudara.

"Alhamdulilah kami sudah koordinasi dengan baik dengan beliau, mudah-mudahan ini suatu kekeluargaan ya dengan beliau, karena bagaimanapun mereka adalah saudara kita," ujar dia.

5. Tujuh Anggota Brimob Diamankan

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menegaskan penanganan kasus kendaraan taktis atau rantis Barakuda melindas ojek online dalam rangkaian demo 28 Agustus malam bakal dilakukan dengan transparan. Pengusutan kasus ini juga dijanjikan cepat.

Irjen Abdul Karim dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) dini hari menyatakan kasus ini menjadi perhatian pimpinan Polri. Pengusutan kasus bakal dilakukan transparan dengan melibatkan pihak eksternal.

"Tentunya ini menjadi perhatian dari pimpinan kami dan organisasi kami untuk melakukan penindakan proses seadil-adilnya, dan kita akan penanganannya setransparan-setransparannya dengan melibatkan pihak eksternal nanti secara profesional dan kita akan menginformasikan secara terus menerus terkait dengan penanganan masalah ini juga," ujar Irjen Karim.

Pelaku yang berjumlah 7 orang saat ini sedang diperiksa. Dia menegaskan pemeriksaan terhadap pelaku akan transparan dan cepat.

"Semoga dalam pemeriksaan ini kita akan lakukan secara cepat, transparan dengan melibatkan pihak eksternal. Tadi kami juga sudah koordinasi dengan Kompolnas," ujar Irjen Karim.

6. Tujuh Brimob yang Diperiksa Berada di Rantis Penabrak Ojol

Polisi memeriksa 7 anggota Brimob Polda Metro Jaya terkait insiden ojol dilindas kendaraan taktis Barakuda dalam rangkaian demo 28 Agustus malam. Ketujuh anggota polisi ini berada dalam satu kendaraan yang melindas ojol tersebut.

"Jadi pelaku sudah kita amankan berjumlah 7 orang. Sudah kita lakukan pemeriksaan gabungan dari Div Propam Mabes Polri dengan Propam Kor Brimob Polri karena ini menyangkut anggota Brimob," ujar Irjen Karim.

Pemeriksaan terhadap 7 anggota Brimob tersebut berlangsung di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, karena ketujuhnya merupakan anggota satuan Brimob Polda Metro Jaya. Barakuda yang dikendarai dan melindas ojol hingga tewas juga sudah diamankan.

"Pemeriksaannya saat ini lagi dilakukan pemeriksaan di Kwitang karena anggota tersebut kesatuannya adalah Sat Brimob Polda Metro Jaya. Jadi saat ini 7 orang tersebut sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Untuk kendaraan sementara sudah kita amankan juga berada di Sat Brimob Kwitang," ujar Irjen Karim.

Ketujuh anggota polisi tersebut yakni Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M. Bharaka Y, dan Bharaka J. Polisi masih mendalami siapa yang mengendarai rantis tersebut saat kejadian namun dipastikan ketujuh polisi tersebut berada dalam satu mobil.

"Masih kita dalami ya siapa yang menyetir, siapa ini masih kita dalami. Kita belum bisa tahu pasti siapa ya. Yang jelas 7 orang ini ada dalam satu kendaraan. Kita dalami perannya bagaimana ini masih dalam rangka pemeriksaan," kata Irjen Karim.

7. Kapolda Metro Tekankan Lagi soal Humanis saat Kawal Demo

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan telah memberikan arahan kepada anggota untuk mengamankan demonstrasi secara humanis. Dia mengatakan bahwa massa yang unjuk rasa adalah saudara sebangsa Indonesia.

"Dari awal, pada saat pagi, saya memberikan arahan kepada anggota saya, saya sampaikan yang melakukan unjuk rasa itu adalah saudara kita, bukan orang lain," kata Asep di RSCM, Jakarta.

Dia berharap setiap pihak saling menjaga. Dia juga meminta agar situasi di Jakarta tetap dijaga tetap kondusif.

"Buruh saudara kita, mahasiswa adik-adik kita, dan pelajar juga anak-anak kita. Bagaimanapun juga kita harus sama-sama saling menjaga. Saya berharap pada masyarakat Jakarta tentunya, dalam kondisi seperti ini, jaga kondusivitas iklim yang kondusif di Jakarta ini," ucap dia.

Irjen Asep menegaskan polisi maupun massa demo yang menyampaikan aspirasi bukanlah musuh. Dia ingin persatuan Indonesia tetap dipelihara.

"Bagaimanapun kita bukan musuh. Yang menyampaikan aspirasi pun bukan musuh juga, kita masih saudara. Bukan orang lain, bukan siapa-siapa. Kita masih masyarakat Indonesia yang perlu menjaga persatuan kesatuan, jangan mudah dipecah belah," ungkapnya.

Kapolda berharap tak ada lagi demonstrasi yang diwarnai kericuhan. Dia ingin setiap pihak juga saling menghargai karena semuanya bersaudara.

"Dan saya berharap ke depan tidak lagi terjadi aksi yang seperti ini, dan pelajar juga bisa menghargai kita sebagai orang tua, dan kita pun menghargai pelajar seperti anak kita sendiri. Dan untuk para mahasiswa juga sama, seperti adik-adik kita sendiri. Dan juga untuk para buruh juga saudara kita semuanya. Sama-sama saling Jakarta dengan sebaik-baiknya," ucapnya.

8. Kapolri Minta Maaf ke Komunitas Ojol-Masyarakat

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya driver ojek online, Affan Kurniawan, usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Jenderal Sigit meminta maaf ke keluarga besar ojol dan seluruh masyarakat.

Jenderal Sigit menyayangkan insiden yang terjadi. Ia pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat.

"Tentunya saya juga minta maaf kepada seluruh keluarga besar ojol dan juga masyrakat atas musibah dan peristiwa yang terjadi," ucap dia.

Lebih lanjut, Jenderal Sigit juga berharap situasi bisa tetap terjaga. Ia juga akan melakukan evaluasi agar ke depannya pengamanan demonstrasi bisa lebih baik lagi.

"Mudah-mudahan semuanya bisa tetap terjaga dan ke depan semuanya bisa kelola dengan lebih baik. Sekali lagi mohon maaf atas peristiwa yang terjadi, kami mewakili keluarga besar institusi Polri menyampaikan duka cita yang mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.

9. Jamin Usut Kasus hingga Tuntas

Kapolri juga telah bertemu dengan keluarga Affan Kurniawan. Kapolri menjamin akan mengusut kasus itu hingga tuntas.

"Kita juga akan menindaklanjuti perisitwa yang terjadi. Pak Kadiv Propam sudah menyampaikan dan saya minta untuk dilanjutkan," kata Jenderal Sigit di RSCM, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Pertemuan Kapolri dan keluarga korban terjadi di RSCM Jakarta dini hari ini. Kapolri datang langsung menemui keluarga dan menyampaikan permohonan maaf.

"Saya mengucapkan belasungkawa dan duka cita yang sangat mendalam terhadap almarhum Affan dan juga tentunya seluruh keluarga," katanya.

10. Kompolnas Dilibatkan

Anggota Kompolnas, M Choirul Anam, mendatangi RSCM terkait driver ojek online (ojol) tewas terlindas kendaraan taktis (rantis). Dia mengatakan pihak keluarga korban meminta keadilan dalam pengusutan kasus tersebut.

"Mereka menyampaikan pesan bagaimana proses keadilan ini bisa maksimal. Kedua kami juga berjumpa Pak Kadiv Propam dan teman-teman Brimob. Kami meminta Propam dan Brimob berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum secara maksimal," kata Anam di RSCM, Jakarta, Jumat (29/9)

Anam mengatakan sejumlah anggota Brimob yang ada dalam kendaraan rantis tersebut masih diperiksa. Kompolnas sempat menanyakan status sejumlah anggota Brimob tersebut.

"Saat ini sedang diproses pemeriksaan, semoga segera cepat hasilnya sehingga statusnya jelas. Apakah dipatsus ataukah tidak, sedang proses pemeriksaan, sudah diamankan sama Brimob dan sedang diperiksa. Jadi statusnya sekarang terperiksa," ucapnya.

Anam juga mengaku bertemu dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia mengatakan pihak keluarga kembali meminta keadilan dan direspons langsung Kapolri.

"Pihak keluarga menyampaikan langsung apa yang mereka rasakan, meminta keadilan, begitu. Pak Kapolri menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen soal penegakan hukum ini dan akan dilakukan secara transparan, seperti misalnya, kami dikasih akses selebar-lebarnya, seluas-luasnya, setransparan mungkin, itu salah satu komitmen yang diberikan," ungkapnya.

Kepada pihak korban, dia mengatakan Kompolnas akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Dia juga berharap oknum yang terbukti terlibat diberikan sanksi tegas.

"Dan kami juga berjumpa dengan pihak keluarga, kami juga bilang, kami akan mengawasi kasus ini setransparan mungkin, seadil-adilnya, apapun yang terjadi di lapangan harus diungkap, terus apapun pelanggarannya harus ada sanksi hukum yang tegas. Dan itu komitmen tadi sama Pak Kadiv Propam sama teman-teman Brimob," tuturnya.

Anam mengatakan sudah diberikan identitas 7 anggota yang diamankan dan diperiksa terkait insiden yang terjadi pada Kamis (28/8) petang. Menurutnya, pertemuan pihak Polri dan keluarga korban menjadi langkah baik untuk pembelajaran bersama.

"Tapi yang paling penting, kami bertemu keluarga, terus tadi ada proses antara kami dengan Pak Kapolri, sama Pak Kapolda, dan ayah, perangkat lingkungan. Menyampaikan belasungkawa langsung dan permohonan maaf. Menurut saya proses itu sangat baik ya," ucapnya.

"Dan ini menjadi pembelajaran bersama bagi rekan-rekan anggota kepolisian untuk tidak gampang emosional, tidak gampang melakukan tindak kekerasan. tapi kami juga mengimbau kepada rekan-rekan masyarakat, gunakan hak anda kebebasan berpendapat, berekspresi karena itu penting bagi proses demokrasi kita tapi juga mohon supaya dilakukan dengan cara yang damai," tambahnya.

Kompolnas akan mengumpulkan kronologi dan bukti terkait insiden ojol terlindas mobil rantis Brimob. Dia menyampaikan perlu ada pemulihan terhadap keluarga korban.

"Oleh karenanya, ayo kita pastikan proses hukumnya maksimal dan transparan. Yang juga penting, keluarga menyampaikan perlu ada pemulihan karena anak ini masih muda, salah satu pilar keluarga dalam konteks ekonomi. Karna yang kerja bapaknya kerja, almarhum kerja, kakaknya kerja, tinggal adiknya yang masih kecil. itu yang juga harus ada pemulihan," katanya.

Lihat Video 'Suasana Rumah Duka Affan Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob':
Halaman 2 dari 7
(ygs/yld)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads