Menghitung Prospek Calon Independen

Menghitung Prospek Calon Independen

- detikNews
Selasa, 24 Jul 2007 06:35 WIB
Jakarta - Kemenangan telak pasangan Irwandi Yusuf- M. Nazar dalam Pilkada NAD akhir tahun lalu, nampaknya jadi 'teladan' bagi para calon independen. Bahwa dukungan partai politik bukanlah segalanya.Mereka yang anti parpol tapi punya niat baik dan keberanian untuk jadi kepala daerah, semakin bersemangat berjuang mendapat legalitas berlaga sebagai calon independent dalam pilkada. Hari ini MK mengabulkannya.Di satu sisi pemikiran bahwa parpol bukan segalanya adalah benar. Sebab pemilihan langsung tidak menghitung berapa banyak parpol pendukung, melainkan jumlah suara sebagai bukti konkret kandidat bersangkutan mendapat dukungan rakyat. Irwandi-Nazar adalah contoh kasus paling pas. Tidak ada parpol yang mencalonkan pasangan mantan petinggi GAM dan aktifis SIRA ini. Tapi di belakangnya ada 'mesin' GAM yang terus bergerilya memobilisasi suara dari tengah pedalaman NAD.Keberadaan 'the invicible machines' itu pula yang menjamin lancarnya realisasi program-proram pembangunan pemerintahan Gubernur Irwandi. Tidak ada satu pun parpol di DPRD NAD yang berani 'waton oposan'. Di sisi lain 'kasus' pemerintahan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, juga contoh suara rakyat pun bukan segalanya. Meski berhasil berhasil terpilih menjadi Kepala Daerah, tapi pemerintahan macam apa yang berlangsung tanpa dukungan mayoritas parpol?Pasangan Nur Mahmudi Ismail-Yuyun Wirasaputra yang berhasil meraup perolehan suara terbanyak dicalonkan oleh PKS. Tapi tidak berkoalisi dengan Golkar dan PDIP yang juga merupakan parpol dengan basis massa sama besarnya di Depok. Partai Golkar dan PDIP pun menetapkan diri sebagai oposan terhadap pemerintahan kader PKS yang sebenarnya merupakan counter partner mereka. Hasilnya seperti kita saksikan dua tahun terakhir di Depok.Pemerintahan daerah Depok seakan hanya memutar roda administrasi belaka. Bagaimana bisa pemkot melaksanakan pembangunan fisik -menambal lubang jalan sekalipun- bila counter partner yang oposan itu setia menjadi oposisi dalam setiap kesempatan.Parpol memang bukan penentu kemenangan. Tapi tanpa parpol (terkecuali Irwandi-Nazar) pemerintah juga tidak bisa berbuat apa-apa.Wahai para bakal calon independen di daerah lain, apakah Anda juga punya 'mesin' sedahsyat Irwandi-Nazar? (lh/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads