PAN Dukung Capres Independen

PAN Dukung Capres Independen

- detikNews
Selasa, 24 Jul 2007 01:47 WIB
Jakarta - Dikabulkannya permohonan calon independen dalam pilkada oleh Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi momentum langkah berikutnya. Partai Amanat Nasional (PAN) mengusulkan agar pintu bagi calon presiden independen dibuka."PAN jelas setuju dan mendukung keputusan Mahkamah Konstitusi yang membolehkan calon independen dalam pilkada. Kita bahkan setuju capres independen," cetus Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir, dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (24/7/2007).Alasannya, kata Soetrisno, PAN melihat di negara-negara maju calon presiden independen diakomodasi. Di Amerika Serikat (AS) sendiri yang dianggap kiblat demokrasi selama ini dikenal calon independen baik untuk parlemen, gubernur, maupun presiden. "Jadi, rakyat punya kesempatan memilih mana calon yang terbaik," imbuhnya.PAN, lanjut pengusaha asal Pekalongan ini, tidak khawatir calon independen akan membuat partai ditinggalkan rakyat. Sebab, partai tetap menjadi instrumen demokrasi yang utama dan dijamin keberadaannya oleh konstitusi dan undang-undang."Saya yakin figur dan tokoh-tokoh dari partai jauh lebih teruji sehingga tetap akan dipilih rakyat," tegasnya. Kalaupun ada kesan negatif terhadap calon parpol, hal itu karena pendidikan politik rakyat belum merata. Selain itu, demokrasi di tubuh partai juga belum melembaga, terutama partai politik yang lahir pasca reformasi. "Putusan MK akan jadi cambuk bagi partai politik untuk introspeksi dan menata diri sehingga tercipta demokratisasi yang sehat di dalam partai," papar Soetrisno.Dibukanya calon independen, lanjut Soetrisno, akan mengurangi tensi money politics seperti banyak dituduhkan sejumlah pihak. Selain itu, calon independen akan memaksa parpol menempa para kadernya secara serius. Pengkaderan harus lebih tertata, kemudian parpol harus merekrut tokoh-tokoh masyarakat yang dicintai rakyat," ucapnya.Hikmah lain, papar penerus Amien Rais ini, parpol tidak akan gegabahmenentukan calon dalam ajang pilkada. "Nanti ada poling-poling apakah calon dari partai mampu bersaing dengan calon perseorangan. Prinsipnya, partai harus menempa diri dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk maju lewat partai," tuturnya.Menurut dia, calon yang maju lewat partai jauh lebih menguntungkan karena punya jaringan struktur organisasi sampai ke lingkup terkecil seperti rukun tetangga (RT). "Jadi, kalau bisa lewat partai, kenapa mesti repot-repot maju dari jalur independen," tandas Soetrisno. (bal/Ari)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads