Faisal Basri
Jadi Calon Independen Sulit
Senin, 23 Jul 2007 23:17 WIB
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan adanya calon independen dalam pilkada. Namun mantan kandidat cagub DKI Jakarta Faisal Basri menilai, setiap orang yang ingin maju menjadi calon independen dalam pilkada akan kesulitan."Jadi calon independen itu sulit. Karena kalau ada dua orang yang sama-sama baik, yang satu independen sementara yang satunya diusung partai politik, yang menang pasti dari partai politik," kata Faisal.Hal ini diungkapkan dia usai diskusi bertajuk "Putusan MK dan Calon Independen" di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta, Senin (23/7/2007).Menurut Faisal, putusan MK ini berfungsi sebagai pengaman, sehingga parpol tidak semena-mena dan membenahi cara dalam mencari calon yang terbaik untuk pemimpin di tingkat lokal."Sekarang kita lihat, pemimpin di daerah itu pengusaha semua, atau paling tidak bonekanya pengusaha," cetus mantan Sekjen PAN itu.Apakah calon independen lebih baik dari calon yang diusung partai? "Tidak ada jaminan. Namun paling tidak, orang yang baik di masyarakat tapi tidak punya uang bisa punya kesempatan yang sama," tuturnya.Faisal mengatakan, calon independen bukan musuh partai. Karena bagaimana pun tidak mungkin demokrasi berjalan tanpa parpol. "Pilar utama demokrasi adalah parpol," ujarnya.Ditambahkan ekonom UI itu, meski agak terlambat, tidak perlu mempermasalahkan putusan MK soal calon independen. "Tidak perlu menganggap ini terlambat. Karena bukan untuk Jakarta saja tapi untuk seluruh Indonesia," tandasnya.
(bal/bal)











































