Polemik DCA&ET, Ali Alatas Bantah Deplu Krisis Nasionalisme

Polemik DCA&ET, Ali Alatas Bantah Deplu Krisis Nasionalisme

- detikNews
Senin, 23 Jul 2007 21:48 WIB
Jakarta - Berlarutnya polemik seputar perjanjian kerjasama pertahanan (DCA) dan perjanjian ekstradisi (ET) membuat sejumlah pihak menilai tim dari Deplu yang berunding dengan Singapura kurang rasa nasionalismenya. Tudingan itu langsung dibantah mantan Menlu Ali Alatas yang kini menjadi anggota Wantimpres. "Nggak benar itu. Sekarang lebih hebat. Kalau masalah nasionalisme, Deplu jangan ditanya. Kekalahan diplomasi karena kurang tebal nasionalisme itu tidak masuk akal," tegasnya.Hal itu disampaikan Ali usai menghadiri acara peringatan ulang tahun Adnan Buyung Nasution di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2007).Bagaimana dengan kedatangan mantan PM Singapura Lee Kuan Yeuw ke Indonesia? Ali mengatakan kedatangan Lee ke Indonesia semata-mata karena undangan Citibank, bukan karena DCA.Saat ditanya kenapa kedatangan Lee tidak dimanfaatkan untuk pertemuan informal membahas DCA, Ali menjelaskan saat ini Presiden SBY dan Wapres JK tidak ada di Indonesia. Jadi, mereka tidak bisa bertatap langsung untuk melakukan pertemuan. "Dengan siapa? Presiden ke luar negeri. Wapres juga ke Kuala Lumpur," ujarnyaAli menambahkan pembicaraan DCA sebenarnya bukanlah lagi urusan kepala negara. Tetapi adalah tugas dari Menlu dan Menhan kedua negara.Ali meminta semua pihak sabar menunggu DPR membahas draf DCA dan ET. "Selesai dinego dan disampaikan resmi ke DPR beserta penjelasannya. Jadi sudah lengkap baru dimulai," tandasnya. (gah/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads