Gus Dur Absen di Ruwatan dan Wayangan Harlah PKB ke-9
Senin, 23 Jul 2007 21:27 WIB
Jakarta - Dengan alasan sakit, Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid tidak hadir di acara Syukuran Ruwatan dan Wayangan dalam rangka Hari lahir PKB ke-9. Padahal acara itu digelar tak jauh dari rumahnya di Ciganjur, Jakarta Selatan.Selain Gus Dur, putrinya, Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid yang menjabat Sekjen PKB juga tidak menampakkan diri hingga acara dimulai.Menurut jadwal, sedianya acara akan dimulai pada pukul 19.00 WIB, Senin (23/7/2007). Gus Dur dijadwalkan akan memberikan tausyiah atau nasihat pada pukul 19.55 WIB.Namun mantan presiden ke-4 itu tak kunjung muncul. Panitia sempat menunda acara hingga pukul 20.30 WIB untuk mendapat kepastian hadir tidaknya Gus Dur. Salah seorang panitia pun bergegas mengecek ke rumah Gus Dur yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi acara."Kami mohon maaf Gus Dur tidak bisa hadir di tengah-tengah kita. Dia sedang sakit, mari kita doakan bersama," jelas Ketua Panitia Harlah ke-9 PKB Effendy Choirie di panggung sambil meminta hadirin untuk membaca surat AlFatihah.Sementara di baris depan tamu undangan hadir Ketua MK Jimly Asshiddique, Menakertrans Erman Suparno, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi dan jajaran pengurus DPP PKB termasuk Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.Para tamu dan undangan serta masyarakat yang hadir akan disuguhi pagelaran wayang semalam suntuk dengan dalang kondang Ki Manteb Sudarsono. Lakon yang akan dimainkan adalah Sudomolo.Tidak ada penjelasan dari panitia Gus Dur mengalami sakit apa. Namun jika kita mengingat kejadian pekan lalu, sempat terjadi konflik terbuka antar Gus Dur dengan Muhaimin.Dalam jumpa persnya di Bandara Juanda Surabaya, Gus Dur menuding Muhaimin cs bermain mata dengan Istana Kepresidenan untuk menggulingkan dia dan menggantikannya dengan Hasyim Muzadi.Tudingan itu dibantah Muhaimin, bahkan Ketua Garda bangsa Eman Hermawan yang ikut dituduh Gus Dur, menuding balik Yenny adalah orang yang membisiki dan memanas-manasi Gus Dur.Konflik itu kemudian berakhir dengan islah antara Gus Dur dan Muhaimin. Namun absennya Gus Dur malam ini menjadi pertanyaan besar. Apakah dia benar-benar sakit atau konflik di PKB belum berakhir?
(bal/bal)











































