Nama Praja dan Alumni IPDN yang Diperiksa Polres Sumedang

Nama Praja dan Alumni IPDN yang Diperiksa Polres Sumedang

- detikNews
Senin, 23 Jul 2007 14:32 WIB
Sumedang - Hingga saat ini, Polres Sumedang masih memeriksa 9 wasana praja (praja tingkat IV) terkait kasus tewasnya warga Jatinangor, Wendi. Selain itu, polisi juga memeriksa 4 alumni IPDN. Polisi belum menetapkan mereka sebagai tersangka. Data yang diperoleh detikcom, Senin (23/7/2007), 9 wasana praja IPDN yang diperiksa polisi adalah:1. Charles Sirait (24), asal Jayapura, Papua2. Dedi Ariesta Parampas (22), Sulawesi Tengah 3. Jack Gustaman (22), Gorontalo4. Wan Henri (23), Riau5. M Yanef (24), Riau6. Nova Eka Putra (23), Lampung7. Abdul Halim (22), Sulawesi Tengah 8. Fiter Rahmawan (22), Sulawesi Tengah 9. Fandiyasi Bowoleksono (22), Jawa Tengah Kesembilan praja ini seharusnya akan diwisuda pada 23 Agustus 2007 mendatang oleh Presiden SBY. Dengan kasus ini, mereka tampaknya terancam batal dilantik sebagai purna praja. Sementara empat purna praja (alumni) yang diperiksa polisi adalah1. Megawati2. Hasdono3. Gondo Widodo4. Andi Ermayanti "Hingga saat ini, ketiga belas orang ini masih diperiksa secara intensif di Mapolres Sumedang," kata salah seorang perwira di Mapolres Sumedang. Ada kemungkinan, Senin malam, polisi baru akan memutuskan apakah mereka ditetapkan sebagai tersangka atau tidak. Pooltime Billiard Masih Di-police Line Sementara itu, Pooltime Billiard yang berada di Jatinangor Town Square (Jatos) masih dipasangi police line. Menurut Kapolsek Jatinangor AKP Basori, pemasangan police line akan terus dilakukan sampai proses penyelidikan selesai. Sementara itu, Silvi yang mewakili manajemen Jatos mengaku prihatin atas kejadian pengeroyokan terhadap Wendi. "Kami hadir di sini hanya ingin memberikan hiburan kepada mastarakat Jatinangor. Kejadian itu di luar kewenangan kami. Ini adalah untuk pertama kalinya. Kami sangat prihatin," kata dia. Ditanya mengapa pihak sekuriti tidak langsung melaporkan kejadian itu ke kepolisian, Silvi mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu. Itu dari pihak keamanan. Yang saya tahu semua itu sudah ditangani pihak sekuriti," jelas dia.Atas kasus pengeroyokan ini, Silvi mengaku belum melihat ada pengaruh terhadap operasi Pooltime Billiard maupun Jatos. "Belum terlihat, karena baru tutup hari ini. Pengunjung biliar memang sangat banyak, apalagi kalau saat malam minggu," ujar dia. (asy/umi)


Berita Terkait