Tuntut IPDN Ditutup, Warga Ancam Bawa Massa Lebih Banyak

Tuntut IPDN Ditutup, Warga Ancam Bawa Massa Lebih Banyak

- detikNews
Senin, 23 Jul 2007 11:53 WIB
Sumedang - Pertemuan antara perwakilan warga Jatinangor yang berunjuk rasa di Kampus IPDN dengan Pembantu Rektor III Indrarto tidak memperoleh kata sepakat. Warga meminta IPDN dibubarkan. Selain itu, mereka mengancam akan mengerahkan massa lebih banyak ke kampus pencetak birokrat itu. Pertemuan antara pengunjuk rasa dengan Indrarto di salah satu ruangan gedung rektorat itu berakhir sekitar pukul 11.20 WIB, Senin (23/7/2007). Ada lima orang perwakilan yang mengikuti pertemuan ini. Sementara sekitar 100 demonstran lainnya tetap melakukan unjuk rasa di depan kampus IPDN, Jl. Bandung-Sumedang, Jatinangor. Dalam pertemuan ini, warga Jatinangor menuntut pembubaran IPDN. Berbagai masalah telah ditimbulkan oleh para mahasiswa/praja IPDN selama ini. Pengeroyokan praja IPDN yang mengakibatkan warga Jatinangor bernama Wendi semakin menguatkan tuntutan agar IPDN dibubarkan saja. "Kami merasa tersinggung. Warga kami dibunuh. Mana pertanggungjawaban lembaga IPDN," kata Deden Doni, salah seorang perwakilan massa yang juga menjadi Ketua Karang Taruna Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dalam pertemuan itu. Sementara perwakilan warga lainnya, Wawan Gunawan, menyesalkan tidak adanya bela sungkawa dari IPDN. "Warga kami dibunuh, tapi ucapan maaf dari IPDN saja tidak ada. Apalagi, datang ke pemakaman," kata Wawan. Saat jenazah Wendi dimakamkan di TPU Gajah, Jatinangor, Sumedang pagi tadi, tidak ada perwakilan IPDN yang hadir. "Percuma kami ngomong dengan kalian. Pertemukan kami dengan rektor," teriak Wawan sambil menangis. "Belum juga kasus IPDN selesai, kini IPDN malah berulah di tetangga," imbuh Wawan. Sementara itu, mengenai kasus tewasnya warga Jatinangor, Indrarto hanya mengatakan, "Atas nama rektor, kami prihatin dan turut berduka cita dan menyesali kejadian ini. Kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Kami janji penegakan hukum akan ditegakkan. kami tidak akan menghalang-halangi." Mengenai tuntutan pembubaran IPDN, Indrarto meminta semua pihak menunggu proses berikutnya. "Kami tidak menutup mata jika banyak masalah yang ditimbulkan oleh IPDN terhadap warga sekitar," kata dia. Indrarto juga tidak bisa mempertemukan warga dengan Rektor IPDN Johanis Kaloh. "Kami tidak menjanjikan apa-apa. Saya harus tahu dulu jadwal beliau," tegas dia. Atas jawaban Indrarto ini, salah seorang perwakilan warga tampak marah. "Ini adalah masalah krusial. Ini sudah menyangkut nasib jiwa seseorang. Rektor harus segera merespons. Jangan hanya diam saja," ujar dia. Warga mengaku tidak bisa melarang bila nanti warga bertindak lebih keras terhadap IPDN. "Kami tidak bisa menjanjikan warga kami akan diam. Bila IPDN tidak mengambil sikap secepatnya, kami akan datang dengan massa yang lebih besar," ancam dia. Sementara itu, pemantauan detikcom di Kampus IPDN, saat ini sedang dilakukan pengerjaan persiapan pengukuhan Wasana Praja yang akan diwisuda 23 Agustus 2007. Rencananya, Presiden SBY yang akan memwisuda mereka. (asy/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads