Tak Ada Lagi Air Mata Buat Wendi

Tak Ada Lagi Air Mata Buat Wendi

- detikNews
Senin, 23 Jul 2007 09:55 WIB
Sumedang - Air mata Eti (41) sudah kering. Tak lagi terlihat isak tangis dari ibunda Wendi Budiman (21), korban pengeroyokan praja IPDN itu. Hanya duka mendalam yang disimpan jauh di lubuk hatinya."Wendi datang ke rumah, dia sudah koma," ujar Eti saat ditemui di rumahnya di Dusun Ciawi RT 03/04 Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor.Mata Eti terlihat berkaca-kaca saat menceritakan peristiwa tragis yang menimpa anaknya tersebut. Kala itu pukul 01.00 WIB, Minggu 22 Juli 2007, dengan digotong 6 orang yang terdiri dari teman alamrhum dan petugas Jatinangor Town Square (Jatos), anaknya tiba di rumah sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri."Karena sudah larut, saya tidurkan dia di ruang tengah. Ada darah di bibir dan pelipis kirinya sobek. Saya lalu membersihkan," ujar Eti.Wendi adalah anak kedua dari enam bersaudara. Lelaki yang sebentar lagi menikah ini sehari-hari berprofesi sebagai pengojek. "Ayahnya (Ibo Rahman) lalu membangunkan Wendi dengan menaruh air di kepalanya. Tapi tidak bangun juga," ungkap Eti.Akhirnya pasangan suami istri itu membiarkan anak mereka terlelap dengan sangkaan bahwa nanti di siang hari anaknya akan tersadar. Namun sekitar pukul O8.00 WIB, Wendi tak juga bangun hingga pemuda itu akhirnya dibawa ke Puskesmas."Wendi terus dibawa ke rumah sakit Sumedang, tapi nyawanya tidak tertolong. Dia meninggal," sesal Eti.Kini hanya kesedihan mendalam yang tersisa di rumah bilik dengan 3 kamar itu. Kini tak akan terdengar pula canda Wendi kepada adik-adiknya. Pemuda harapan keluarga itu kini telah berpulang setelah dikeroyok para praja IPDN.Sementara itu di tengah-tengah acara pemakaman, ratusan warga Jatinangor tampak berkumpul. Kapolsek Jatinangor AKP Basori pun terlihat hadir untuk menenangkan warga. (ndr/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads