Saksi: Praja IPDN yang Mengeroyok Wendi
Minggu, 22 Jul 2007 21:53 WIB
Bandung - Pengeroyokan terhadap seorang warga Jatinangor, Wendi Budiman (21) oleh sekitar 20 orang yang diduga praja IPDN dibenarkan oleh saksi."Ada 2 pegawai Jatos yang mengantar. Pegawai itu mengenali mereka (pengeroyok Wendi) praja IPDN," kata paman Wendi, Ii Ja'i saat ditemui di kamar jenazah RS Hasan Sadikin Bandung, Minggu (22/7/2007). Wendi diantar Minggu dinihari sekitar 00.00 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri. Namun, tidak tampak luka-luka yang mencolok di tubuhnya."Pagi-pagi dia dibangunin kok nggak bangun-bangun, akhirnya dibawa ke Puskesmas Jatinangor," kata Ii yang didampingi 5 tetangga dan tim identifikasi dari Polres Sumedang itu.Sekitar pukul 11.00 WIB, Wendi dirujuk ke RSUD Sumedang. Namun malaikat maut mengambil nyawanya pada pukul 17.30 WIB."Kami berharap kasus ini diproses secara hukum dan bertanggung jawab. Kalaupun Wendi punya salah, tetap tidak pantas dia dipukulin sampai meninggal begitu," tutur Ii.Wendi adalah warga Dusun Ciawi RT 3 RW 4, Kelurahan Cikeruh (sebelumnya ditulis Kelurahan Sayang), Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.Bersama 2 kawannya (sebelumnya ditulis 3), Wendi mengunjungi biliar 'Pool Time' di Jatinangor Town Square, Sumedang. Perkelahian dengan sekitar 20 orang pria yang diduga praja IPDN menyebabkan Wendi tewas.
(fiq/ndr)











































