Hahaha! 1.000 Orang Tertawa Bareng di Monas

Hahaha! 1.000 Orang Tertawa Bareng di Monas

- detikNews
Minggu, 22 Jul 2007 07:47 WIB
Jakarta - Hahaha! Suara tawa sekitar 1.000 orang membahana di Monas. Apa yang lucu? Tidak ada. Lalu mengapa mereka tertawa bareng-bareng?Rupanya wajah tertawa itu muncul lantaran ada olahraga tertawa di Monas, Jakarta, Minggu (22/7/2007) pukul 06.00 WIB.Seorang instruktur membimbing peserta olahraga tersebut. Dia menuntun peserta untuk tertawa secara teratur, dan tidak asal tertawa. Instruktur itu memberitahu bagaimana tertawa dapat membuat otot dan organ tubuh lainnya bekerja lebih baik lagi.Dalam olahraga itu, para peserta berbaris dengan rapi. Tak lama, instruktur memberikan komando. Ternyata ada berbagai jenis tawa lho! Ada tertawa binatang, tertawa tanpa suara, dan tertawa dengan suara melengking di belakang.Anda penasaran dan ingin mengikuti olahraga yang hanya berlangsung satu menit ini? Anda bisa datang ke Monas pada hari Minggu. Sebab olahraga semacam ini digelar setiap dua minggu sekali.Kegiatan pada 22 Juli ini merupakan bagian dari Pesta Rakyat yang digelar oleh National Integration Movement (NIM). Khusus pada hari Minggu ini, acara digelar sekaligus untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli."Biasanya orang tertawa karena bahagia. Tapi sekarang, kita ingin mengajak warga bahagia karena tertawa," kata Ketua NIM Maya S Muchtar kepada detikcom.Dia mengatakan, tertawa bisa menjadi olahraga dan dapat memfungsikan organ-organ tubuh asal dilakukan secara tertib. Menurut dia, satu menit tertawa sama dengan 20 menit olahraga ringan.Selain di Jakarta, kegiatan serupa juga digelar di Yogyakarta dan Bali. Kegiatan tersebut digagas pertama kali pada 17 tahun lalu sebagai meditasi tawa oleh Anand Khresna.Olahraga tertawa ini juga ditemui di beberapa negara lain seperti Lebanon, Australia, dan beberapa negara Eropa.Usai olahraga tertawa, para peserta dapat melihat gelaran nyanyian dan tarian kombinasi dari beberapa suku di tanah Air. Misalnya saja, lagu dari Flores yang liriknya diubah ke dalam Bahasa Indonesia. Selain itu, poco-poco digabungkan dengan tarian dari Kalimantan.Usai acara tersebut, para peserta diminta membersihkan sampah di sekitar Monas. Panitia membekali mereka dengan kantong plastik untuk memunguti sampah.Hahaha! Ayo tertawa! (nvt/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads