Fans Harry Potter di Iran Harus Bersabar Sepekan Lagi

Fans Harry Potter di Iran Harus Bersabar Sepekan Lagi

- detikNews
Sabtu, 21 Jul 2007 22:47 WIB
teheran - Fans Harry Potter di Iran harus bersabar sepekan lagi untuk bisa menikmati kisah terakhir penyihir cilik itu dalam buku terakhirnya yang berjudul Harry Potter And The Deathly Hallows. Sebab buku yang ditulis JK Rowling itu belum selesai diterjemahkan ke dalam bahasa Persia."Banyak penggemar yang terus bertanya kepada kami kapan buku dalam bahasa Persia akan diterbitkan," kata pemilik toko buku Bayan Salis Hamid Reza kepada AFP, Sabtu (21/7/2007).Terlambatnya buku ke-7 Harry Potter diterjemahkan karena Iran bukan anggota Universal Copyright Convention yang memberikan hak kepada tiap penerbit dan penerjemah di masing-masing negara untuk bisa menerjemahkan buku-buku berbahasa asing. Kasus ini terjadi juga pada 2003 lalu ketika beberapa terjemahan munul secara serentak pada peluncuran buku Harry Potter ke-5 yang berjudul Harry Potter And The Order Of The Phoenix.Namun tidak semua fans Harry Potter di Iran harus menunggu sepekan lagi. Sekitar 100 orang bisa menikmati kisah dalam buku itu mulai hari pertama diluncurkan dalam versi bahasa Inggris. Bahkan untuk bisa menikmati kisah terakhir Harry Potter, mereka telah memesan sejak 2 bulan lalu."Saya senang bisa menikmati kisah terakhir di buku ini. Saya tidak ingin Harry mati," komentar Reza (14) salah satu pembaca dari 100 an fans yang sudah membaca buku tersebut.Dari populasinya yang berjumlah 70 juta orang, sangat sedikit warga Iran yang bisa membaca dalam bahasa Inggris. Selain itu harga buku Harry Potter di Iran dianggap cukup mahal untuk kebanyakan warga Iran. Dengan harga 340.000-rial atau sekitar 36.5 dolar Amerika banyak yang tidak mampu membeli.Namun, penjualan 6 seri buku Harry Potter sebelumnya yang sudah diterjemahkan ke bahasa Persia mencatatkan rekor sebagai buku yang terbanyak yang dibeli alias best seller. Sekitar 100.000 buku laku untuk setiap judulnya."Hanya dalam seminggu kami langsung kehabisan buku itu," kenang Mehran Fayyaz salah satu pemilik toko buku di Teheran. (bal/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads