Jangan Sampai Atlet Berprestasi Demi Bonus

Jangan Sampai Atlet Berprestasi Demi Bonus

- detikNews
Sabtu, 21 Jul 2007 14:19 WIB
Jakarta - Iming-iming bonus berlimpah bagi atlet berprestasi dunia memang mujarab memacu semangat juang. Tapi jangan sampai berbalik melunturkan jiwa nasionalisme dalam kompetisi.Pemikiran ini disampaikan Icuk Sugiarto, mantan juara dunia bulutangkis, dalam diskusi bertajuk "Olahraga dan Nasionalisme" di Mario's Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (21/7/2007)."Jangan sampai ini jadi komersialisasi dan atlet berprestasi demi bonus. Saat berjuang, jangan berpikir akan dibayar berapa. Berjuanglah demi Merah Putih," ujarnya.Icuk kemudian membandingkan kondisi atlet masa kini dengan zamannya yang meski miskin bonus tapi mampu meraih prestasi tingkat dunia. Semangat juang nasionalisme dan rela berkorban demi bangsa muncul sebab ada teladan dari para senior bahwa uang bukan segalanya.Seharusnya, lanjut dia, atlet masa kini pun dapat meneladani para seniornya. Apalagi industri media massa dan komunikasi memudahkan atlet berprestasi untuk meraup penghasilan tambahan, misalnya sebagai bintang iklan."Semua yang juara tak usah khawatir masa depannya, uang pasti mengikuti. Apalagi era sekarang, mudah bagi atlet berprestasi jadi model iklan. Lain dengan dulu, dan jangan kira atlet dulu tidak butuh uang," ujar staf ahli Menneg Pora ini.Juara dunia taekwondo 2003, Juana Wangsa, membenarkan pandangan seniornya. Tapi realitasnya, tidak banyak atlet mampu meraih prestasi dunia dan bisa mempertahankannya dalam waktu lama.Terlebih lagi profesi atlet tidak bisa selamanya dilakoni, karena ada keterbatasan usia. Ketika masa itu tiba, sering kali atlet menyesal karena terlambat mempersiapkan jaminan hari tua mereka."Memang bonus akan mengikuti bila kita berprestasi. Atlet mungkin tidak berpikir uang selama mereka berprestasi. Tapi setelah tidak lagi jadi atlet, kita lalu berpikir, aduh terlambat memikirkan kelangsungan kesejahteraan," ujar Juana. (lh/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads