Tolak Dipalak, Pengamen Cilik Dikeroyok Hingga Kritis
Jumat, 20 Jul 2007 16:58 WIB
Jakarta - Mardiyan (12) kini tidak bisa memamerkan senyum dan mendendangkan lagu lagi. Pengamen cilik itu kini kritis akibat dikeroyok. Aksi pengeroyokan terhadap Mardiyan akibat penolakannya menyerahkan uang hasil ngamen kepada tiga orang preman.Gitar kecilnya kini teronggok, karena tangannya tak sanggup lagi menggenggam. Tubuhnya pun tidak bisa digerakkan. Rasa sakit mendera seluruh tubuhnya.Badannya lebam-lebam, lehernya dan kepalanya luka-luka. Dia juga terus muntah-muntah."Tadi pagi sudah saya bawa ke RSUD Koja. Tapi dirujuk ke sini, karena parah," kata nenek Mardiyan, Indun (85) disamping cucunya yang kini tergolek lemas di UGD RSPI Sulianti Saroso, Jl Danau Sunter Raya, Jumat (20/7/2007).Dia menuturkan, kejadian bermula saat Mardiyan menolak menyerahkan uang yang diminta tiga preman usai mengamen di depan IGI Kelapa Gading, Jl Pegangsaan 2. Lantaran mendapat penolakan, tiga orang preman itu marah danmenggebuki Mardiyan hingga tidak berkutik. Uang seribu perak yang ada di kantong Mardiyan pun diembat."Ada yang mengantar pulang. Malamnya saya cuma olesin dan diberi obat biasa. Tapi subuh muntah-muntah. Kata dokter ada luka dalam akibat pukulan," tutur Indun.Kini keluarga miskin itu masih kebingungan mendapatkan biaya pengobatan Mardiyan. "Ada yang nyaranin pakai kartu Gakin. Tapi nggak tau ngurusnya," ucap Indun lirih.Kini Mardiyan yang tinggal bareng neneknya di rumah petak Kampung Mangga RT 3 RW 3, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara hanya bisa menatap langit-langit kamar UGD."Saya kangen liat Mar pulang dengan lelah dan langsung menyantap makanan," kata Indun sambil menerawang.
(Ari/umi)











































