SBY Larang Menteri ke Luar Negeri
Jumat, 20 Jul 2007 15:39 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) mengingatkan kembali anggota Kabinet Indonesia Bersatu agar mengurangi frekuensi bepergian ke luar negeri, kecuali untuk urusan yang mendesak. "Ya, benar ada larangan itu. Lagian ada apa sering-sering ke luar negeri," kata Mehut MS Ka'ban, Jumat (20/7/2007). Adanya larangan itu ia sampaikan menjawab pertanyaan wartawan dalam perjalanannya menuju masjid Istana Kepresidenan seusai mendampingi Presiden SBY menerima jajaran pimpinan PBNU di Kantor Presiden, Jakarta. Mensesneg Hatta Rajasa yang ditemui terpisah, menjelaskan, Presiden SBY sama sekali tidak melarang para mentri ke luar negeri. Hanya saja tujuan kepergian tersebut adalah untuk menyelesaikan urusan yang sangat mendesak. "Karena ada keppresnya, saya hanya mengingatkan kembali. Tentu menteri masing-masing bisa mengukur (mana urusan yang mendesak dan bukan). Kalau seminar kan tidak mendesak," ujar Hatta. Peringatan untuk tidak sering ke luar negeri, sebenarnya telah disampaikan Presiden SBY sejak awal pemerintahannya. Terakhir kali peringatan itu ia keluarkan menjelang reshufle kabinet jilid II pada akhir April lalu. Apakah peringatan kali ini dikeluarkan menjelang penggantian menteri dalam negeri?
(lh/nrl)










































