Sadis! Bapak Hajar Anak Tiri dengan Paralon Hingga Tewas
Jumat, 20 Jul 2007 12:17 WIB
Phuket - Malang nian bocah 8 tahun ini. Bukan kasih sayang yang didapat dari orangtuanya. Dia malah dihajar habis-habisan hingga tewas oleh ayah tirinya. Padahal cuma gara-gara hal sepele.Narid Budtharai memang tidak terlalu pintar di sekolah. Bocah pria yang biasa disapa Curry itu sudah 2 tahun tidak naik kelas. Gurunya pun menyerah dan melaporkan nilai buruk Curry ke orangtuanya.Ayah tirinya, David Murray, bukannya mengajari Curry dengan baik atau memberikan semangat belajar, tapi malah memarahinya. Bocah SD Thairath Wittaya itu pun menerima pukulan darinya."Pada 11 Juli, Murray berkali-kali memukuli Curry dengan pipa," kata Letkol Polisi Passakorn Sonthikul, seperti diberitakan Gazetta, Jumat (20/7/2007).Sehabis dipukuli, Curry menangis di tempat tidurnya. Saking takut dipukuli ayah tirinya yang sudah tinggal bersama dengan ibunya selama 3 tahun itu, Curry sampai terkencing-kencing di kasur.Ibu Curry, Ramida Murray, juga ikut kesal melihat anaknya kencing di kasur. Dia kemudian menyuruh Curry untuk meminta maaf. Namun anak tersebut hanya diam.David Murray yang merupakan warga negara Inggris kesal melihat Curry mengabaikan perintah ibunya. Lagi-lagi, bocah yang sudah ketakutan itu menerima hantaman pipa paralon hingga patah.Belum puas memukulnya dengan paralon, pria berusia 37 tahun itu menendang dada Curry. Anak malang tersebut kemudian jatuh dan tak sadarkan diri.Melihat anak tirinya pingsan, Murray mulai panik. Dia berusaha menyadarkan Curry. Namun tidak berhasil. Oleh ibunya, Curry dilarikan ke Rumah Sakit Phuket International. Namun dalam perjalanan, dia menghembuskan nafas terakhir.Murray makin panik mengetahui apa yang dilakukannya menyebabkan kematian. Berbekal uang dan perhiasan yang dibawa dari rumahnya di Moo Baan Irawadee, Distrik Kathu, dia melarikan diri."Kemudian dia mengirim SMS ke Ramida sekitar pukul 11.00 malam. Dia meminta maaf atas perbuatannya dan berniat bunuh diri," kata Passakorn. "Ramida mengatakan Murray tidak berniat melakukan kekerasan serius macam itu," tambahnya.Ramida berhasil menghubungi HP Murray. Entah apa yang mereka bicarakan, akhirnya suaminya itu menyerahkan diri ke polisi di Tung Tong. Dia menjadi tersangka pembunuhan tidak direncanakan.Menurut tetangga Ramida, Tuanjai Thubklin, sudah seringkali Curry menerima pukulan dari orangtuanya. Bahkan para tetangga sempat mengancam melapor ke polisi jika bocah malang tersebut dipukul lagi."Ramida mengatakan anaknya itu nakal. Makanya dia pantas dihukum," cerita Tuanjai. "Dia juga tidak pernah bercerita pada orang lain jika dia sering dipukul. Curry itu autis. Dia tidak bicara. Dia hanya bisa mengeluarkan suara tidak jelas," tambah Tuanjai menyesali kematian Curry.
(ana/sss)











































