Pengamat: Si Doel Ke-Betawi-an, Bajuri Ke-Jakarta-an

Pengamat: Si Doel Ke-Betawi-an, Bajuri Ke-Jakarta-an

- detikNews
Jumat, 20 Jul 2007 10:29 WIB
Jakarta - Keluarga Bajaj Bajuri dan Keluarga Si Doel 'berseteru' di layar kaca tak lama lagi. Mat Solar cs membawa nama cagub Adang Daradjatun, sedangkan Rano Karno cs mengusung Fauzi Bowo. Siapakah yang bakal jadi pemenang?"Secara kultural, nilai jualnya kurang lebih setara. Yang perlu dicermati, Keluarga Si Doel menjual ke-Betawi-an sedangkan Keluarga Bajuri ke-Jakarta-an," kata pengamat dari lembaga kajian politik Indo Barometer, M Qodari, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (20/7/2007).Yang dimaksud Qodari adalah figur-figur dalam kedua tayangan itu. Keluarga Bajaj Bajuri dinilai lebih plural daripada Keluarga si Doel. Si Doel yang sempat berjaya di tahun 1990-an itu dinilai terlalu berfokus pada kalangan Betawi."Padahal di Jakarta ada banyak suku, bahkan ada yang lebih banyak daripada Betawi. Menurut saya, sosok keluarga Bajuri lebih variatif, selain Jawa, juga ada Arab dan Sunda," tutur Qodari.Menurut Qodari, daya jangkau Bajaj Bajuri juga lebih besar. Apalagi jika dilihat dari struktur demografi masyarakat yang membentuk pola piramida terbalik. "Kalangan bawah lebih banyak populasinya. Nah, figur-figur dalam Bajaj Bajuri ini kan lebih dekat pada masyarakat menengah ke bawah," ujar Qodari.Dari segi aktualitas, kata Qodari, Bajaj Bajuri lebih unggul. 'Si Doel Anak Sekolahan' sudah lama berlalu. Popularitas figur Rano Karno cs dinilai menurun."Jadi seperti ingatan masa lampau, sementara sekarang kan banyak pemilih baru," kata Qodari.Tanpa OnengTayangan iklan kampanye Keluarga Bajaj Bajuri untuk cagub Adang Daradjatun rencananya ditayangkan mulai 22 Juli mendatang. Dapat dipastikan istri Bajuri, Oneng (Rieke Dyah Pitaloka), tak ikut berpartisipasi. Sebab Oneng tercatat sebagai pengurus PKB yang mendukung cagub Fauzi Bowo."Meskipun tanpa Oneng, tapi kan dari judul saja sudah pakai figur Bajuri. Jadi kurang satu nggak masalah. Orang akan fokus di Bajuri," kata Qodari.Secara keseluruhan, Bajaj Bajuri punya nilai jual lebih kuat. Meski demikian, Qodari menilai iklan kampanye Bajuri dan Si Doel tak bisa diandalkan sepenuhnya untuk mendongkrak suara pemilih."Iklan saja tak cukup, tetap butuh faktor lainnya. Yaitu popularitas kandidat, dan kerja mesin politik alias parpol," pungkasnya. (fiq/nrl)


Berita Terkait