Dapat 'Restu', Omprengan Yakin Tak Akan Diotak-Atik
Jumat, 20 Jul 2007 09:57 WIB
Jakarta - Desakan agar omprengan pelat hitam dihapus tidak membuat ciut nyali para sopir kendaraan pribadi itu. Mereka yakin aman, sebab polisi 'merestui' mata pencahariannya."Kalau di sini sih aman, sopir nggak bakal diapa-apain. Soalnya kan sudah ada izin dari polisi," ungkap timer angkot pelat hitam di kawasan Karet, Desa Harjamukti, Cimanggis, Depok, kepada detikcom, Jumat (20/7/2007).Timer yang menolak menyebutkan namanya itu menuturkan, polisi 'merestui' puluhan omprengan pelat hitam yang biasa narik penumpang di kawasan itu karena mereka tidak mengganggu jalan.Sebab mobil-mobil di parkir di lahan di sisi jalan yang cukup luas. Lahan itu mampu menampung sekitar 30 mobil yang rutin ngetem di situ. "Dulu sih lebih banyak lagi, hampir seratusan. Sekarang sudah sedikit karena banyak mobil yang disewa kru-kru film," tutur dia.Sekadar diketahui, kawasan Desa Harjamukti yang masih asri memang menjadi langganan syuting sejumlah sinetron yang tayang di berbagai stasiun televisi.Dari setiap mobil yang menarik penumpang di kawasan ini, para timer mengutip Rp 8.000 sekali jalan. Timer mengaku, dana yang terkumpul itu sebagian disetorkan kepada aparat. Sebulannya setoran para sopir ini mencapai Rp 1 juta."Jadi saya yakin nggak bakal diapa-apain. Setahu saya yang dipermasalahkan itu yang narik penumpang di pinggir-pinggir jalan, seperti depan Taman Bunga (Wiladatika-Jambore), atau depan Cibubur Junction," tuturnya.Sebab mereka dianggap menganggu arus jalan. "Malah di AURI (Cimanggis, Depok) sopir omprengan pada ngetem bareng angkot. Ini sering diprotes. Tapi kita nggak," ujarnya.
(umi/nrl)











































