Gropyokan Tikus ala Warga Sleman
Jumat, 20 Jul 2007 09:28 WIB
Yogyakarta - Tikus-tikus nakal kena batunya. Setelah menyerang sawah ratusan hektar di sejumlah wilayah Sleman, Yogyakarta, tikus-tikus itu diburu habis-habisan dengan cara gropyokan.Gropyokan alias menangkap tikus beramai-ramai itu dimulai pukul 07.00 WIB di Kecamatan Moyudan, Jumat (20/7/2007). Sekitar 50 warga desa dibantu 25 anggota Satpol PP Sleman langsung bergerak. Caranya, warga membakar bubuk belerang yang dipakai untuk mengasapi lubang tempat persembunyian tikus. Asap belerang yang memabukkan tikus itu membuat tikus keluar dari lubang dengan kondisi lemas. Dengan mudah warga membunuh tikus itu dengan memukul menggunakan kayu.Sementara itu, pembongkaran dengan cangkul dilakukan di tanggul dan pematang sawah. Kedua tempat itu juga menjadi tempat persembunyian tikus.Saat lubang dibongkar, warga dan petugas mengalirkan air. Begitu binatang pengerat itu muncul, langsung dibunuh. Hasilnya, ratusan ekor tikus terkumpul dalam sejumlah ember. Hama pengerat ini rencananya akan dibakar.Menurut salah seorang petani, Suwarjo (55), sudah tiga bulan hama tikus menyerang wilayah Moyudan. Akibatnya, sebagian besar petani memanen lebih awal padi mereka untuk menghindari serangan tikus yang semakin ganas.Sebenarnya hama tikus di Kecamatan Godean sempat dikendalikan. Caranya dengan melepasliarkan beberapa ekor ular sawah di area persawahan. Namun ular-ular itu justru ditangkap pemburu ular dan tikus-tikus kembali merajalela.
(fiq/nrl)











































