Sopir Bajaj dan Sopir Truk Versi Hasyim Muzadi
Jumat, 20 Jul 2007 08:28 WIB
Jakarta - Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi disebut-sebut Gus Dur ingin menggusur dirinya dari kursi Ketua Dewan Syuro DPP PKB. Namun, Hasyim Muzadi membantah tudingan Gus Dur. Bahkan dia memunculkan istilah baru, sopir truk gandengan dan sopir bajaj. "O... tidak itu. Orang sudah jadi ketua PBNU kok jadi ketua di PKB. Itu seperti dari sopir truk gandengan menjadi sopir bajaj," kata Hasyim Muzadi saat ditanya mengenai tudingan keras Gus Dur itu. Jangan dibayangkan Hasyim Muzadi memberikan pernyataan ini dengan mimik serius, apalagi emosional. Dia membantah tudingan Gus Dur dengan memberikan perumpamaan seperti itu sambil tertawa. Ini sindiran gaya khas Nahdlatul Ulama (NU) kelas tinggi. Jawaban Hasyim ini cukup diplomatis. Dia tidak menjelaskan secara jelas siapa yang bertindak sebagai sopir bajaj, siapa yang menjadi sopir truk gandengan. Namun, publik dibiarkan untuk menyimpulkan sendiri. Mana yang lebih besar, NU atau PKB? Dua tokoh NU ini memang tidak terlihat akur sejak lama. Keduanya sering bersinggungan. Yang terbaru, Gus Dur menyebut Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar berusaha menyingkirkannya dan menggantinya dengan Hasyim Muzadi. Hasyim menegaskan dirinya tidak terkait sama sekali dengan konflik di tubuh PKB. "NU tidak boleh ikut-ikutan. Itu dimensinya lain," kata Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Kamis (19/7/2007) kemarin. Hingga Jumat (20/7/2007), konflik di PKB masih belum reda benar. Mantan Wasekjen DPP PKB Eman Hermawan dan Hanfi Dhakiri masih saling serang pernyataan dengan Sekjen DPP PKB Yenny Gus Dur. Keduanya menuding Yenny dan Sigid Haryo Wibisono sebagai sumber konflik di PKB. Sementara Yenny menuding Eman dan Hanif sebagai biang keroknya.
(zal/asy)











































