Rusia Balas Mengusir 4 Diplomat Inggris

Rusia Balas Mengusir 4 Diplomat Inggris

- detikNews
Jumat, 20 Jul 2007 01:15 WIB
Moskow - Rusia mengambil tindakan balasan setimpal dengan mengusir 4 diplomat Inggris. Kerjasama pemberantasan terorisme juga dihentikan.Demikian diumumkan Kementerian Luarnegeri Rusia melalui jurubicaranya, Mikhail Kamynin, Kamis (19/7/2007) ini. Keputusan tersebut sebelumnya telah lebih dulu disampaikan ke London. Selanjutnya para pejabat Rusia dilarang untuk pergi ke Inggris dan kerjasama pemberantasan terorisme yang telah dijalin kedua negara juga dihentikan.Reaksi Rusia ini disebut Kamynin sebagai "terarah, setimpal, dan keperluan minimum." Para diplomat Inggris yang dipersona non grata itu diberi waktu 10 hari untuk mengemas barang. Para turis dan pebisnis Inggris tidak akan terkena akibat apapun dari kebijakan ini.Ditegaskan, bahwa mulai hari ini setiap langkah Inggris berikutnya akan dijawab Rusia dengan balasan yang setimpal, NRC Handelsblad melaporkan Kamis petang. Perkembangan ini sekaligus menandai hubungan kedua negara yang semakin memburuk. Langkah Moskow tersebut sebagai jawaban atas keputusan London Senin lalu, yang mengusir 4 diplomat Rusia dan menyatakan untuk memperketat pemberian visa Inggris kepada pemohon dari negeri itu.London kecewa atas penolakan Moskow untuk menyerahkan bekas agen KGB Andrej Loegovoj, tersangka pembunuhan Aleksandr Litvinenko, warga negara Inggris yang juga bekas agen KGB. Sebaliknya Moskow juga menuntut hal serupa dengan meminta agar London menyerahkan Boris Berezovski, miliarder Rusia yang mencari suaka politik ke Inggris dan menjadi pengkritik Kremlin nomor wahid.Kemarin juga terungkap bahwa polisi Inggris bulan lalu telah menangkap seorang warga negara Rusia yang dicurigai berkomplot untuk membunuh Berezovski. Orang ini langsung dideportasi ke luar Inggris.Moskow sendiri sejauh ini tetap membantah semua bentuk keterlibatan dalam peristiwa pembunuhan Litvinenko, yang meninggal pada November tahun lalu akibat diracun dengan Polonium-210. Moskow juga menilai tindakan London itu menggelikan, sebab konstitusi Rusia melarang negeri itu menyerahkan warga negaranya kepada negara asing. (es/es)


Berita Terkait