Yayasan dan Buku Mantan Rektor UGM Prof Koesnadi Diluncurkan

Yayasan dan Buku Mantan Rektor UGM Prof Koesnadi Diluncurkan

- detikNews
Kamis, 19 Jul 2007 21:50 WIB
Jakarta - Sosok serta kiprah Prof Koesnadi Hardjasoemantri masih tetap dikenang. Sebuah yayasan bernama Yayasan Koesnadi Hardjasoemantri (YKH) diluncurkan.Peresmian yayasan tersebut berlangsung di Erasmus Huis, yang terletak di kompleks Kedutaan Besar Belanda di jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (19/7/2007). Selain peluncuran yayasan, juga disertai dengan peluncuran buku Prof Koes yang berjudul 'Menabur Budi Menuai Sahabat'.Yayasan tersebut didirikan oleh para sahabat, kawan, serta murid Prof Koes semasa hidup. Yayasan ini dibentuk sebagai wujud rasa cinta yang mendalam kepada mantan Rektor UGM yang wafat dalam kecelakaan Garuda tujuan Jakarta-Yogyakarta beberapa bulan lalu, Yayasan dan buku ini diharapkan dapat berguna bagi masa depan bangsa, terutama sektor pendidikan, khususnya pendidikan hukum. "Yayasan ini dibentuk untuk menyebarkan pengetahuan, memeberi beaiswa kepada mahasiswa yang konsen dengan lingkungan hidup tapi kurang mampu, serta menyebarluaskan terhadap kesadaran hukum bagi masyarakat," ujar anggota panitia seleksi pimpinan KPK, Mas Ahmad Santosa saat membacakan biografi Prof Koes di hadapan sekitar 100 hadirin yang datang dalam acara tersebut.Sementara mantan menteri lingkungan hidup yang juga sahabat Prof Koes, Prof Emil Salim dalam sambutannya mengatakan, almarhum Prof Koesnadi adalah sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan. Menurutnya, Prof Koes juga sosok yang agamis. "Beberapa hari sebelum beliau wafat, Pak Koes menelepon saya untuk ikut menghadiri pertemuan di pesantren yang ia dirikan di Cangkringan, Sleman, DIY," kenang Emil.Emil juga menilai, Prof Koes juga berjasa turut serta menyuburkan daerah Cangkringan yang dulunya tandus. Atas prakarsa Prof Koes, saluran irigasi telah dibangun di Cangkringan.Hadir dalam acara ini para mantan sahabat, kawan serta murid-murid Prof Koes, seperti ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, HS Dillon, dan beberapa pejabat yang dulu pernah jadi muridnya.Dalam acara ini juga dijadikan sebagai ajang pengumpulan dana untuk menghidupi yayasan yang baru diluncurkan tersebut. (anw/ary)


Berita Terkait