Garuda Belum Simpulkan Dampak Larangan Terbang Uni Eropa
Kamis, 19 Jul 2007 19:22 WIB
Yogyakarta - Pencekalan Uni Eropa terhadap maskapai Indonesia sudah berlangsung 2 minggu. Namun, masih terlalu dini untuk menyimpulkan dampak pencekalan itu.Hal itu diungkapkan Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar kepada wartawan di ruang VVIP Bandara Adi Sucipto, Jl Solo Km 11, Yogyakarta, Kamis (19/7/2007).Pihak Uni Eropa, akan selalu me-review kelaikan maskapai penerbangan setiap 3 bulan sekali. Sehingga, ada langkah-langkah yang harus dilakukan secara bertahap, termasuk memberikan informasi."Kita akan berikan langkah yang benar, apa langkah yang dilakukan Garuda sendiri maupun Dephub. Secepatnya info ini kita berikan," katanya.Ketika ditanya, apakah pencekalan penerbangan karena Arab Saudi ingin menguasai penerbangan haji? Emir tidak mau berkomentar.Garuda sudah merencanakan melakukan pertemuan bersama dengan tim dari Departemen Perhubungan dan pemerintah Arab Saudi. Sebab penerbangan ke Arab Saudi jumlahnya sangat signifikan, minimal 250 ribu per tahun terbang ke Arab.Berapa persen kerugian Garuda kalau penerbangan ke Arab akan ditutup?"Kita jangan berandai-andai karena untuk ke Arab belum terjadi. Kita sampai sekarang masih terbang ke Arab Saudi. Kita tiap hari masih lakukan rute penerbangan ke Arab Saudi yakni Ke Riyadh dan ke Jeddah, tiap hari 1 flight dan 4 flight setiap minggu. Market-nya lagi bagus, karena ada orang umroh, maka kita tambah sesuai kapasitas," katanya.Emir mengatakan dalam melakukan perbaikan, Garuda akan mengikuti standar International Air Transport Association (IATA). Garuda juga anggota IATA. Langkah yang ditempuh di antaranya dengan melakukan sharing informasi."Kita ini anggota IATA dan kita sudah mengikuti standar internasional. Jadi semua informasi-informasi ini akan kita berikan kepada Uni Eropa," tandasnya.
(nwk/aba)











































