Tukang Palak & Debt Collector Diringkus
Kamis, 19 Jul 2007 18:11 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya menciduk 73 preman di 4 titik di Jakarta. Para preman itu antara lain berprofesi sebagai debt collector, tukang palak, dan tukang parkir ilegal.4 Titik untuk merazia mereka adalah Terminal Grogol, Stasiun Gambir, Pasar Tanah Abang, dan Stasiun Tanah Abang. Saat ditangkap, beberapa di antara mereka kedapatan membawa senjata tajam dan sedang berjudi.Mereka diangkut dengan menggunakan mobil tahanan ke Polda Metro Jaya. Setelah sampai di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (19/7/2007), mereka dikumpulkan di lapangan parkir yang terletak di depan Direktorat Reserse Kriminal Umum.Puluhan pria bertampang seram itu ditangkap dengan beberapa barang bukti, yakni pisau 2 buah, uang tunai Rp 50 ribu, dan kartu remi. Sekitar 15 orang di antara mereka kedapatan tidak memiliki tanda pengenal.Dari puluhan preman itu, ada 8 orang yang bertato. Tato yang merajah tubuh mereka antara lain bergambar naga, tengkorak, dan mawar.Operasi preman itu digelar sejak pukul 09.00 WIB hingga 16.30 WIB. Sekitar 50 aparat kepolisian termasuk 20 Brimob bersenjata laras panjang terlibat dalam operasi tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo Tewu mengatakan, razia tersebut dilakukan terkait dengan operasi Brantas Jaya yang dimulai sejak 14 Juli. Operasi bertujuan memberantas pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan curanmor."Ini agenda tahunan. Dan nanti hasilnya akan kita evaluasi lagi. Ya nanti langkah ini adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan juga memberantas premanisme," ujar Carlo.
(nvt/aba)











































