Jalin Kerjasama Maritim, RRC Abaikan Kerawanan Perairan RI
Kamis, 19 Jul 2007 17:17 WIB
Jakarta - Perairan Indonesia dikategorikan sebagai perairan yang rawan terhadap bentuk kejahatan di laut seperti dilansir International Maritime Bureau (IMB) pada Maret 2007 lalu. Tapi, RRC yang saat ini menjalin kerjasama maritim dengan Indonesia tidak peduli dengan peringkat tersebut."Perairan mana yang benar-benar aman? Apakah perairan di Amerika lebih aman? Apakah perairan di Irak lebih aman? Kita tidak punya masalah dengan itu," kata Wakil Menteri Luar Negeri Republik Rakyat China (RRC) Chen Shequi usai berkunjug ke Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla), Jl Dr Sutomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2007).Ditambahkan Chen, posisi Indonesia sangat penting bagi RRC, terutama Selat Malaka yang menjadi perhatian semua negara di kawasan sebagai jalur suplai minyak dan perdagangan. Oleh sebab itu, pihaknya tidak perlu mengkhawatirkan peringatan IMB dan lebih baik menjalin kerjasama strategis dengan Indonesia. Chen juga menegaskan, walau pihaknya akan melakukan kerjasama maritim dengan Indonesia, khususnya pengamanan di Selat Malaka. China dipastikan tidak akan terlibat langsung dalam pengamanan di kawasan tersebut, tapi sebatas dalam hal capacity buliding."Kami ingin bekerjasama dengan negara-negara pantai di Selat Malaka. tapi, kita tidak akan mencampuri negara-negara itu. Selat Malaka itu urusan sepenuhnya Indonesia, Malaysia dan Singapura, tanpa keraguan lagi," tegas Chen.Hanya saja, ketika ditanya kemungkinan kerjasama kedua negara dalam pencegahan penyelundupan kayu dari Indonesia, Chen enggan menjawabnya. Menurutnya itu bukan kewenangan dia untuk menjawabnya. "Kedatangan saya ke sini hanya untuk membicarakan kerjasama maritim kedua negara yang telah ditandatangani kedua Menteri Luar Negeri. Kita berharap ada saluran yang bisa menjembatani masalah ini," jawabnya singkat.
(zal/bal)











































