Demo Guru di Istana Bubar, Sampah Hilang dalam Sekejap
Kamis, 19 Jul 2007 16:56 WIB
Jakarta - Demo guru dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berakhir sekitar pukul 15.45 WIB. Sampah-sampah kemasan makanan pun berserakan, namun bersih dalam sekejap.Ada sekitar 10 pemulung yang terlihat langsung memunguti gelas-gelas plastik bekas air mineral. Bak, mendapat durian runtuh, mereka dengan sigap memunguti sampah-sampah plastik itu.Pantauan detikcom di Jl Medan Merdeka Utara, rata-rata 1 pemulung bisa mengantongi 1 hingga 2 karung penuh berisi sampah plastik. Pemulung yang berjasa ini juga didukung dengan sigapnya petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta.Beberapa petugas kebersihan berseragam oranye menyapu jalanan depan Istana Negara tempat para guru berdemo. Dan..cling! Dalam waktu 20 menit ruas jalan depan Istana Negara bersih dari sampah.Yang tampak kotor sekarang adalah bagian dalam Monas, tempat para guru beristirahat. Untunglah sekitar 20 orang petugas kebersihan berkaos biru dengan 10 pemulung sigap membersihkan sampah.Demo BergantiSementara itu demo guru itu sekarang telah digantikan oleh aksi sekelompok orang. Mereka menamakan dirinya Keluarga Korban Kekerasan Negara. Demo yang digelarnya dinamai "aksi Kamisan'.Mereka terdiri dari 20 orang dan berdiri berbaris dengan mengenakan pakaian hitam, payung hitam sambil terdiam membisu.Mereka terdiri dari keluarga korban Tragedi Semanggi (TSS) I, II, dan keluarga korban Tanjung Priok. Sambil berdiri, mereka menggelar spanduk hitam besar di jalan berisi 48 foto-foto korban kekerasan negara, termasuk di antaranya pahlawan reformasi Elang Mulia Lesmana dan tokoh HAM Munir.Ada 2 orang berkostum tengkorak yang berdiri sambil memegang spanduk berisi tulisan, 'Tuntut negara atas pelanggaran HAM, tragedi pembunuhan massal '65-'66', Tanjung Priok, sampai Munir'
(nwk/nrl)










































