Jumlah Kapal Nelayan Teluk Jakarta Melebihi Batas

Jumlah Kapal Nelayan Teluk Jakarta Melebihi Batas

- detikNews
Kamis, 19 Jul 2007 16:02 WIB
Jakarta - Menurunnya pendapatan nelayan Teluk Jakarta disinyalir banyaknya jumlah kapal yang beroperasi di Teluk Jakarta. Dari jumlah ideal 700 kapal, jumlah yang beroperasi mencapai 1453 kapal. Akibatnya, jumlah volume ikan menurun karena saking seringnya ditangkap nelayan.Hal itu disampaikan oleh Kepala Suku Dinas Perikanan, Peternakan danKelautan (P2K) Jakarta Utara, Ryana Faiza saat ditemui di kantornya, di Gedung Walikota Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Kamis (19/72007)."Terjadi over fishing. Seharusnya di teluk Jakarta 700 kapal. Namun sekarang sampai 1453 kapal," terangnya.Dari jumlah tersebut, terdapat variasi besaran kapal. Untuk ukuran dibawah 7 gross ton, izin dikeluarkan Sudin P2K. 10 hingga 30 gross ton izin oleh P2K DKI Jakarta, dan diatas 30 gross ton oleh Departemen Kelautan dan periknan (DKP)."Kami hanya mengeluarkan izin 300 kapal. Sisanya tidak tahu," tambahnya.Selain over fishing, banyak nelayan memodifikasi kapal menjadi lebih banyak jala ikannya. Yakni dengan ditambah rantai kejut, papan outer board dan jaring jala dipersempit."Akibatnya ikan banyak ketangkap hingga ke telur-telurnya. Tidak baikuntuk kelangsungan ke depan," ucapnya Ryana. Tersangka Kapal Pukat Harimau DilepasSelain over fishing, penurunan volume ikan di Teluk Jakarta lantaran penggunaan kapal pukat harimau terus berkeliaran. Jumlahnya ratusan dan membuat ekosistem ikan menurun drastis.Untuk mengurangi, razia terhadap kapal trol atau pukat harimau dilancarkan. Namun, dilepaskan kembali tanpa diberi sanksi."Juli ini ditangkap lima kapal pukat harimau. Tersangkanya ada tiga kapal. Tapi kami lepas kembali. Karena, masuk program pembinaan, dan kapasitas kapal kecil," papar Ryana.Rencananya, bulan agusts akan didakan razia besar-besaran terhadap kapal pukat harimau. Operasi ini melibatkan kapal patroli dari TNI Angkatan Laut dan Polisi Perairan. "Harinya rahasia. Entar bocor lagi," kelitnya. (Ari/bal)


Berita Terkait