RSCM Siap Identifikasi DNA Korban Mutilasi Klender
Kamis, 19 Jul 2007 13:09 WIB
Jakarta - Korban mutilasi di Pasar Klender, ternyata salah identifikasi. RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang memvisum korban siap melakukan tes DNA jika diperlukan."Kita sudah menyimpan sampel dari tulang rusuk korban," ujar ahli forensik RSCM dr Abdul Mun'im Idris kepada detikcom di RSCM, Jl Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2007).Sampel tulang rusuk korban yang semula diduga bernama Asep Ridwan Saefullah (11) itu diambil RSCM ketika memvisum korban. "Buat jaga-jaga apabila perlu dilakukan tes DNA," kata Mun'im.Mengenai kesalahan identifikasi korban, Mun'im mengatakan, ada di pihak keluarga Asep. Sedangkan pihak RSCM hanya bertugas mendata ciri-ciri korban."Semua ciri-ciri korban sudah kami cek dan kami simpan. Lalu ada yang mengaku. Sesuai prosedur kami lanjutkan ke pihak polisi," jelas Mun'imIdentifikasi jenazah, lanjut Mun'im, dilakukan dengan membandingkan 2 data. Dalam kasus ini, data korban sudah dipegang RSCM. Tetapi, data pembandingnya ada dalam masyarakat. Berbeda apabila data pembanding itu ada di pihak ahli. "Sehingga yang mengaku mengenali korban itulah yang salah," cetus Mun'im.Namun prosedur pengambilan jenazah, imbuh Mun'im, sudah sesuai prosedur tetap (protap). Mun'im mencontohkan, pengambilan jenazah yang hanya boleh dilakukan keluarga korban.Sebab korban merupakan salah satu barang bukti milik polisi. RSCM pun setelah memvisum menyerahkan hasilnya ke polisi. Selanjutnya polisi yang memberikan ijin apakah jenazah boleh diambil atau tidak."Kita hanya menerima barang titipan untuk diperiksa. Setelah kami periksa ya terserah yang menitipkan," pungkas Mun'im.
(nwk/umi)











































