Golput Diperkirakan 65%, Pilkada DKI Rawan Konflik

Golput Diperkirakan 65%, Pilkada DKI Rawan Konflik

- detikNews
Kamis, 19 Jul 2007 13:07 WIB
Jakarta - Lembaga Survei Indonesia (LSI) melansir jumlah golput dalam Pilkada DKI mencapai 65 persen. Karena itu, Pilkada DKI diduga bakal rawan konflik dan sengketa.Menurut Direktur LSI Saiful Mujani dalam jumpa pers di Galeri Cemara, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta, Kamis (19/7/2007), potensi golput sebesar 65 persen itu merupakan hasil tabulasi silang.Tabulasi silang itu dilakukan antara pemilih yang yakin tidak terdaftar tapi yakin hasil pilkada yang besarnya 33 persen, pemilih yang terdaftar tapi tidak yakin dengan hasil pilkada sebesar 13 persen, dan pemilih tidak terdaftar dan tidak yakin dengan hasil pilkada yang mencapai 19 persen.Sedangkan yang terdaftar dan yakin dengan hasil pilkada tercatat 35 persen.Saiful mengatakan, tingginya potensi golput dalam Pilkada DKI bisa membuka peluang terjadinya konflik pasca pilkada."Tiap-tiap calon yang kalah bisa saja membuat klaim bahwa angka itu adalah pendukungnya. Ini bisa dibuat legitimasi pilkada terancam dan jadi bertele-tele," ujarnya.Dia juga menjelaskan, secara agregat dengan adanya golput, pasangan Fauzi Bowo-Prijanto masih unggul, namun pasangan ini paling dirugikan. Dari angka golput 65 persen, beber dia, sebanyak 45 persen cenderung pada Foke, 24 persen pada Adang dan 31 persen belum menentukan pilihannya.Dia juga menjelaskan, potensi golput menurut penilaian atas kinerja Foke sebagai cagub. Dari 52 persen warga yang tidak puas, 64 persen berpotensi golput dan sisanya 36 persen berpotensi memilih. Sedangkan dari 48 persen warga yang puas, potensi golputnya 34 persen dan 66 persen berpotensi memilih.Dari sisi etnis yang ada di Jakarta, yakni Jawa, Betawi, Sunda, dan Tionghoa, kalangan etnis Jawa yang berpotensi golput 51 persen, Betawi 47 persen, Sunda 54 persen dan Tionghoa 85 persen.Dia juga mengatakan, hasil survei menunjukkan 68 persen warga tahu dan terdaftar. Sedangkan yag tidak tahu dirinya terdaftar tercatat 26 persen. Survei LSI ini dilakukan sejak 14-16 Juli 2007 dengan jumlah responden 600 orang. Survei menggunakan metode multystage random sampling dan dilakukan di 60 kelurahan secara acak dari seluruh kotamadya di DKI Jakarta. Sedangkan margin error tercatat 4,1 persen. (umi/nrl)


Berita Terkait