Adang Dukung Lokasi Dugem, PKS Dikritik FPI
Rabu, 18 Jul 2007 23:22 WIB
Jakarta - Cagub usungan PKS, Adang Daradjatun, melegalkan tempat hiburan malam asal tidak disalahgunakan sebagai tempat pengedaran obat-obat terlarang.Dengan melegalkan tempat hiburan malam tersebut, PKS mendapat kritikan dari Front Pembela Islam (FPI). Ormas ini menilai, PKS tidak konsisten dalam gerakan pembangunan akhlakul karimah bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta."Seharusnya Adang sebagai calon yang diusung PKS mengikuti visi dan misi PKS. Tapi sayangnya PKS justru mengikuti visi misi dari orang yang dicalonkan jadi gubernur," kata Ketua Umum FPI Habib Rizieq Shihab saat dihubungi detikcom, Rabu (18/7/2007).Pernyataan Adang yang menyebut akan menindak tempat hiburan malam yang jadi ajang narkoba, juga dinilai Rizieq, cuma ungkapan diplomatis belaka."Dia itu bekas anggota polisi. Tentu tahu dong, kalau selama ini tempat hiburan malam selalu dijadikan tempat peredaran narkoba," jelasnya.Rizieq juga berharap, PKS tidak gampang menjual prinsip yang mendasar demi perolehan suara. Sementara Sekretaris Badan Investigasi Front FPI Irwan Arsidi mengatakan, dukungan Adang dan PKS terhadap tempat hiburan malam, mengindikasikan adanya kesepakatan-kesepakatan dengan pihak pengusaha hiburan hanya untuk menggaet suara dalam pilkada mendatang.Namun sikap PKS tersebut, menurut Irwan, hanya di tingkat elit saja. Padahal, di tingkat akar rumput tidaklah demikian."Kader PKS yang di bawah tetap komitmen dengan pemberantasan judi, tempat hiburan malam dan pelacuran," imbuhnya.Perbedaan pandangan soal tempat hiburan ini, lanjut Irwan membuat kader-kader PKS terpecah, terkait pencalonan Adang sebagai Cagub DKI Jakarta.Irwan juga menegaskan, FPI akan tetap menindak tempat hiburan malam dan kemaksiatan di Jakarta, siapapun yang nanti jadi Gubernur. "Untuk itu, kami mengambil sikap tidak mendukung salah satu calon dalam Pilkada Jakarta," kata Irwan.
(ziz/mly)











































