Kronologi Penemuan Asep Ridwan

Kasus Mutilasi Klender

Kronologi Penemuan Asep Ridwan

- detikNews
Rabu, 18 Jul 2007 19:28 WIB
Bandung - Korban mutilasi Klender, Jakarta Timur dipastikan bukan Asep Ridwan Saefullah (11). Asep telah ditemukan keluarganya dan masih hidup, sehat walafiat. Asep ditemukan oleh keluarganya di atas kereta api ekonomi jurusan Purwakarta-Jakarta di Stasiun Cibungur, Purwakarta. Asep ditemukan oleh Kusnadi (ayah kandung), Kamaluddin (ayah tiri), Eje Juanda (tetangga), dan Jasiman (kakak Kusnadi). Keempat orang ini menemukan Asep saat sedang di tengah perjalanan menuju Polsek Cakung, Jakarta Timur, Rabu (18/7/2007) siang. Berikut kronologi penemuan Asep seperti dituturkan Eje Juanda (62) saat ditemui di Mapolsek Kiaracondong: Saat itu, keempat orang itu berangkat dari rumah Kamaluddin di Jl Kebongedang, RT 1 RW 6, Kelurahan Kiaracondong, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, sekitar pukul 06.00 WIB. Mereka baru mendapatkan kereta api Cibatu-Purwakarta sekitar pukul 07.00 WIB. "Saya ikut, karena ada panggilan Polsek Cakung yang memanggil orang tua Asep Ridwan. Saya diminta oleh Kamal untuk menemani," kata dia. Mereka tiba di Stasiun Purwakarta sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka membeli tiket ekonomi jurusan Purwakarta-Jakarta. Namun, kereta itu baru berangkat dari Stasiun Purwakarta sekitar pukul 13.30 WIB. "Kami di stasiun Purwakarta masih sempat makan siang dulu," ujar dia. Kereta meninggalkan Stasiun Purwakarta sekitar pukul 13.30 WIB. Kereta api ini relatif sepi penumpang. Mereka berempat bisa leluasa duduk di gerbong bagian tengah dengan nyaman.Saat sedang duduk, mereka tiba-tiba melihat seorang anak yang memungut sampah. Jarak mereka dengan anak itu hanya 6 meter. "Itu Asep, itu Asep," teriak Kamaluddin. Saat itu, anak yang dipastikan Asep itu tampak ketakutan. Namun, Kamaluddin dengan segera langsung menarik dan menuntun anak itu. "Saat Kamal menuntun Asep itu, tiba-tiba ada orang yang nyikut Kamal. Karena takut ada apa-apa, akhirnya saya yang bawa Asep," tutur dia. Saat kereta langsir di Stasiun Cibungur, keempat orang itu berembug meneruskan perjalanan ke Jakarta atau tidak. "Akhirnya diputuskan kami balik ke Bandung," kata Eje. Dari Stasiun Cibungur, mereka naik angkot ke Purwakarta, kemudian melanjutkan ke Stasiun Leuwipanjang dengan bus. "Di tengah perjalanan, kami tidak bertanya apa pun kepada Asep. Dia hanya diam saja. Saat di Terminal Leuwipanjang, ayahnya bertanya,"Dibawa ke mana saja sama orang gondrong." Saat itu Asep menjawab "Tidak, sekarang mah sudah gundul"," cerita Eje. Dari Leuwipanjang, mereka kemudian menuju rumah Kamaluddin. Di rumah, sudah banyak tetangga dan kerabat yang berkumpul. Saat itulah, Asep langsung menangis keras. Asep pun bertemu ibunya. (asy/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads