RI Gagal Berdiplomasi Jika Garuda Dicekal di Arab Saudi
Rabu, 18 Jul 2007 15:56 WIB
Jakarta -
Munculnya wacana Arab Saudi mencekal penerbangan Garuda ke wilayahnya mengagetkan banyak pihak. Pemerintah pun dituding gagal membangun diplomasi internasional."Ini bukti pemerintah gagal di bidang diplomasi, khususnya di bidang penerbangan. Makanya jadi terpuruk," kata Wakil Ketua Komisi V DPR Marwan Ja'far di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2007).Menurut dia, Komisi V sudah membentuk tim evaluasi kinerja perhubungan udara. Wakil Ketua FKB ini pun berharap, dengan warning dari Arab Saudi itu, penerbangan Indonesia berlomba-lomba memperbaiki diri.Hal yang sama diungkapkan Wakil Ketua MPR AM Fatwa. "Kita tidak perlu terlalu reaktif, tapi kita harus introspeksi dengan itu semua. Jangan-jangan memang ada yang salah d kita," cetusnya.Terkait rencana pemerintah untuk memboikot pengiriman jamaah haji, Fatwa tidak setuju. Menurutnya, kebijakan itu malah akan menyengsarakan rakyat dan menimbulkan masalah baru."Itu hanya akan membikin gusar masyarakat, dan membuat masyarakat menjadi lebih panik. Sebaiknya dilakukan lobi-lobi agar bisa berangkat," imbuh Fatwa.Wakil Ketua FPDIP Soetardjo Soerjogoeritno mengaku baru mendengar pelarangan itu. Dia pun merasa kaget. "Oh iyo to, ono-ono wae," cetusnya.Menurutnya, Indonesia tidak perlu gentar dengan pelarangan Arab Saudi. Meski demikian, Indonesia juga harus memperbaiki diri jika memang memiliki kekurangan."Ya sudah biarin saja. Kita kan pengirim jamaah terbesar, Arab Saudi pasti mikir. Tapi kalau ada yang salah ya kita perbaiki," tandas pria yang akrab disapa Mbah Tardjo ini.
(nvt/umi)










































