Joop Ave: Jangan Emosional Tanggapi Pelarangan Terbang
Rabu, 18 Jul 2007 14:02 WIB
Jakarta - Mantan Menparpostel zaman Orba, Joop Ave, mengimbau Pemerintah tidak bersikap emosional dalam menyikapi larangan terbang pesawat milik maskapai Indonesia ke Eropa maupun untuk angkutan haji. Menurut dia, lebih baik Pemerintah segera mempertegas pemberlakuan aturan penerbangan nasional.Hal tersebut disampaikan Joop sebelum tampil sebagai salah satu narasumber dalam semiloka tentang upaya strategis tindak lanjut implementasi agreed minutes Komisi Bersama RI-Kamboja di Hotel Sahid Raya, Solo, Rabu (18/7/2007)."Jangan emosional, tidak akan ada manfaatnya. Bahkan saya dengar ada ancaman boikot pengiriman jamaah haji segala, ini sangat kontraproduktif. Ini menyangkut nasib sebuah bangsa besar. Jangan pernah mengambil keputusan yang didasarkan pada rasa marah, benci, dendam dan semacamnya," ujar Ave.Untuk penyelesaiannya terutama dengan Arab Saudi, Ave menyarankan pemerintah menempuh langkah diplomasi antar-pemerintahan mengingat pelaksanaan haji yang sudah dalam waktu dekat. Apalagi hubungan baik Indonesia dengan Arab Saudi telah terjalin lama di banyak bidang."Sangat memprihatinkan jika rakyat Indonesia tidak bisa menjalankan ibadah haji. Pelajari juga berbagai kemungkinan terjadinya larangan itu. Apakah murni pertimbangan keselamatan penumpang atau upaya merebut pasar transportasi jamaah haji sehingga jelas menyikapinya dalam berunding," lanjutnya.Langkah lebih penting yang harus dilakukan Pemerintah, menurut Ave, adalah pembenahan sistem transportasi nasional termasuk transportasi udara. Pemerintah diminta tidak segan-segan mencabut izin operasional, jika sebuah perusahaan angkutan mengabaikan aturan yang telah ditetapkan."Jangan menjemur baju kotor. Tapi seharusnya baju yang kotor itu dicuci dulu, baru setelahnya dijemur. Selanjutnya kita bisa ngomong kepada semua orang 'ini lho, baju kami sudah bersih'. Dengan demikian pihak yang diyakinkan akan percaya bahwa kita memang telah berbenah," kata Ave membuat pengandaian.
(mbr/asy)











































