Arab Cekal Pesawat RI Murni Bisnis
Rabu, 18 Jul 2007 11:48 WIB
Jakarta - Wacana pencekalan Arab Saudi terhadap pesawat RI menyedot perhatian anggota DPR. Arab dinilai akan melakukan monopoli."Motifnya murni bisnis. Arab ingin melakukan monopoli. Pemerintah harus tegas menyikapi itu, jangan takut," kata Sekretaris FPBR Rusman Ali di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2007).Rusman mengaku tidak setuju atas wacana boikot pengiriman jamaah haji yang dilontarkan Menag Maftuh Basyuni."Itu akan timbulkan masalah baru. Rakyat kan siap ibadah haji, ya harus diusahakan oleh pemerintah," ujarnya.Dalam kesempatan terpisah, Ketua Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi Jamaludin Karim menilai sikap Arab Saudi hanya ikut-ikutan Uni Eropa yang mencekal maskapai RI terbang ke negerinya."Kita tidak usah takut karena orang Arab hidup dari banyaknya orang Indonesia yang melakukan ibadah haji dan umroh," kata Jamaludin.Ketika ditanya apakah setuju wacana Menag yang memboikot pengiriman haji, Jamaludin tidak mendukungnya."Jangan dong, kasihan rakyat. Kita harus tetap mengupayakan keberangkatan jamaah haji karena tugas pemerintah," cetusnya.Wakil Ketua FPKS Zulkiefli Mansyah menilai pencekalan penerbangan sebaiknya dijadikan feed back bagi Garuda untuk memperbaiki kinerja dan pelayanannya."Garuda selama ini tidak memperhatikan standar internasional. Jadi terlalu emosional menyalahkan negara Barat," kata Zulkiefli.Dia juga tidak setuju atas wacana larangan haji. "Pemerintah harus pro aktif mencari solusi," ujarnya.
(aan/sss)











































