Laporan dari Den Haag
PPI Belanda Bantah Suli Da'im dan Siap Bantu Kejati Jatim
Rabu, 18 Jul 2007 11:41 WIB
Den Haag - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda membantah klaim sepihak Suli Da'im dan menyambut baik kesiapan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki kunker Komisi A DPRD Jatim terkait hari jadi Provinsi Jawa Timur. PPI bahkan siap membantu Kejati jika diperlukan.Temuan-temuan di Belanda menunjukkan bahwa sangat kuat indikasi pembobolan keuangan negara dalam perjalanan Komisi A DPRD Jatim dengan dalih mencari hari jadi Provinsi Jatim ini.Menurut PPI Belanda, delegasi ternyata baru memberi tahu KITLV satu jam sebelum mereka tiba di gedung itu. Seperti orang pelesiran, datang tiba-tiba ke sebuah gedung arsip atau museum. Ini menunjukkan bahwa tidak ada perencanaan dan proposal yang dapat dipertanggungjawabkan dalam penggunaan uang negara.Tidak ada kontak, korespondensi, apalagi MoU dengan KITLV terkait tujuan delegasi. Fakta ini sekaligus membuktikan tentangan masyarakat, terutama Jawa Timur, bahwa perjalanan delegasi hanya akal-akalan untuk membobol uang negara, berbau korupsi untuk kepentingan pribadi, pelesiran atas biaya negara.PPI Belanda juga membantah klaim sepihak dari Suli Da'im bahwa Komisi A selama kunker di Belanda mengadakan pertemuan dengan masyarakat dan mahasiswa. Sepulang dari Belanda, Suli menyebarkan cerita sepihak dalam upaya membantah pemberitaan yang mengungkapkan fakta-fakta kunker bodong yang dilakukan rombongannya.Cerita dan klaim sepihak versi Suli ini antara lain disebarkan ke wartawan Jawa Timur, yang juga didengar oleh wartawan detiksurabaya."Tidak benar itu. Malah PPI yang mencari rombongan Komisi A DPRD Jatim di KITLV Leiden. Ceritanya tidak logis. Mana ada rombongan pejabat negara melakukan pertemuan dengan masyarakatnya di KITLV? KBRI sendiri dalam hal ini sama sekali tidak tahu. Mereka baru tahu ada rombongan setelah diberi tahu oleh PPI," demikian Ratna Yunita dari PPI Belanda kepada detikcom, Selasa (17/7/2007).Fakta sebenarnya adalah PPI Belanda yang berinisiatif mendatangi rombongan. PPI siap menggelar bukti-bukti berupa foto-foto dan rekaman video berdurasi sekitar 1 jam. "Isi perbincangan dalam rekaman ini juga siap diberikan kepada Kejati Jawa Timur jika diperlukan," sambung Ratna.Ormas-ormas Indonesia di Belanda juga membantah klaim Suli. Tidak ada pertemuan rombongan dengan masyarakat, baik dihadiri Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (berkarakter NU), PCIM (Muhammadiyah), ormas Gereja, Pusat Informasi dan Pelayanan PKS dan elemen masyarakat lainnya. Selama di Belanda, rombongan Komisi A sejak awal terkesan menghindar dari masyarakat dan para koresponden yang settled di Belanda dan tahu betul situasi di Negeri Kincir Angin itu (Kompas, detikcom, Rakyat Merdeka). Bahkan KBRI Den Haag pun, seperti disebutkan Ratna, secara resmi tidak tahu menahu mengenai kedatangan rombongan. Kesannya kuat sekali bahwa rombongan sengaja menghindari pengawasan agar bisa bebas mendengkul laporan dan cerita sepihak versi mereka, seperti dilakukan Suli Da'im. PPI Belanda dan pihak-pihak yang diklaim sepihak dan diputarbalikkan siap melakukan gelar rekaman.
(es/es)











































