Ketua MUI: Boikot Haji Wajar
Rabu, 18 Jul 2007 10:39 WIB
Jakarta - Wacana boikot haji yang dilontarkan Menteri Agama M Maftuh Basyuni terus menuai dukungan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai langkah Menag wajar."Apa yang dikemukakan Menag wajar," kata Ketua MUI Amidhan kepada detikcom, Rabu (18/7/2007).Namun demikian, Amidhan tidak yakin pemerintah Arab Saudi akan mengikuti jejak Uni Eropa yang akan melarang maskapai Indonesia terbang ke negerinya.Amidhan membeberkan beberapa alasan. Pertama, hubungan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi yang telah terjalin baik."Hubungan itu sudah mensejarah karena masalah haji. Saya kira pemerintah Arab Saudi akan mempertimbangkan secara dalam sebelum mengambil keputusan," ujarnya.Alasan kedua, menurut Amidhan, ada azas resiprokal (timbal balik) mengenai pemberangkatan jamaah haji."Kalau jamaah haji diberangkatkan ke Jeddah dengan menggunakan maskapai Indonesia maka pulangnya harus diberangkatkan oleh pemerintah Arab. Jika tidak, ada keharusan membayar royalti," kata Amidhan.Alasan ketiga, lanjut dia, masalah keamanan. "Misalnya diberangkatkan dengan pesawat selain Garuda merasa tidak aman, maka bisa saja jamaah haji tidak diberangkatkan. Pada zaman perang kemerdekaan, kita pernah tidak memberangkatkan jamaah haji karena masih berlangsung perang," bebernya.LautDalam kesempatan itu, Amidhan mengaku setuju akan wacana pengiriman jamaah haji lewat jalur laut. "Bisa saja dilakukan. Itu perlu di-try out. Misalnya mengirim 1.000 atau 3.000 jamaah dulu," kata Amidhan.Menurut dia, pengiriman via jalur laut memakan waktu lama 2-3 bulan kecuali kapal laut yang membawa jamaah haji RI ke Jeddah tidak kembali ke Tanah Air melainkan menunggu sampai jamaah haji selesai menunaikan ibadahnya.
(aan/nrl)











































