Sigid Haryo, Gagal Jadi DPR Golkar Dipercaya Gus Dur

Sigid Haryo, Gagal Jadi DPR Golkar Dipercaya Gus Dur

- detikNews
Rabu, 18 Jul 2007 09:48 WIB
Semarang - Pada pemilu 2004 silam, Sigid Haryo Wibisono adalah caleg DPR RI dari Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) IV Jawa Tengah. Meski suaranya lebih banyak, ia gagal masuk senayan karena dia berada di bawah nomor urut Hajriyanto Tohari. Kini, ia sukes di PKB dan dipercaya Gus Dur."Dia hijrah ke Jakarta setelah jadi anggota DPRD (Jateng) periode 1997-1999. Ketika pemilu 2004, dia caleg nomor urut dua di daerah pemilihan Wonogiri dan Sragen, tapi gagal," kata kolega Sigid, Soejatno Pedro, kepada detikcom melalui telepon, Rabu (18/7/2007).Pedro mengaku tidak begitu mengenal Sigid secara pribadi. Namun demikian, ia cukup tahu karena sama-sama pernah dalam satu kepengurusan di DPD Partai Golkar Jateng.Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jateng ini menjelaskan, sebagai anak mantan Kasdam IV/Diponegoro, Sigid dikenal aktif di FKPPI. Melalui jalur itulah, Sigid sukses jadi anggota DPRD."Sewaktu dia di DPRD, saya di pusat (DPR RI). Jadi jarang interaksi. Saya tahu dia dari teman-teman," ujar dia. Pedro mengaku tahu, Sigid jadi anggota dewan syuro DPP PKB dari media massa. Selama ini, dia mengira Sigid masih menjadi wakil ketua di DPD Partai Golkar Jateng."Pada saat dia mengajukan pengunduran diri pada Januari 2007 lalu, DPD tidak begitu merespons. Tapi saat ini, dia resmi diberhentikan sebagai wakil ketua, dalam surat yang dibawa ke DPD, Sigid jadi anggota dewan syuro DPP PKB sejak Mei 2007 lalu," paparnya.Pemilik Radio Radiks Semarang ini menyatakan, pindah partai politik merupakan hal biasa. Menurut dia, yang penting adalah kejelasan status. "Tiap orang bebas memilih partai manapun," kata dia.Nama Sigid Haryo masuk ke PKB atas back up Ketua Dewan Syuro DPP PKB Gus Dur. Dia telah ditetapkan sebagai anggota Dewan Syuro DPP PKB, meski sejumlah pengurus DPP PKB sempat mempertanyakan status Sigid. Sigid yang disebut-sebut dekat dengan Yenny Gus Dur ini dianggap sebagai pemicu konflik di PKB. (try/asy)


Berita Terkait