Mengaku Anak Kapolda, Seseorang Pukuli Penjaga Warnet di Sarinah

Mengaku Anak Kapolda, Seseorang Pukuli Penjaga Warnet di Sarinah

- detikNews
Rabu, 18 Jul 2007 07:26 WIB
Jakarta - Seorang penjaga warnet di kawasan pusat perbelanjaan Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Norman Akbar dipukuli orang yang mengaku anak Kapolda Sulawesi Tenggara. Akibat kejadian itu, Norman babak belur.Kejadian itu terjadi Minggu 15 Juli pukul 21.30 WIB. Saat itu, Norman seperti biasa tengah asyik menjaga warnet Q Net yang berada di lantai 2 mal tertua di Jakarta itu.Sekitar pukul 21.00 WIB, 3 orang datang ke warnet tersebut. Namun keributan kecil tiba-tiba terjadi di antara ketiganya."Salah satu dari mereka membentak salah satu rekannya. Saya kira mereka mau bertengkar, jadi saya minta mereka keluar," kata Norman saat ditemui wartawan di tempatnya bekerja, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2007) malam.Namun orang yang membentak rekannya tadi malah berteriak-teriak bahkan melempari kaca warnet. "Saya langsung keluar, tapi malah dipukul. Akhirnya kami berkelahi," cerita Norman.Perkelahian itu sempat dilerai oleh sekuriti mal Sarinah. Dan tiba-tiba seseorang yang diakui orang tersebut sebagai ajudannya datang ke lokasi.Takut kejadian kian runyam, Norman pun memutuskan untuk berlari. Namun saat itu, orang yang memukulinya tadi meneriakinya maling.Norman akhirnya ditangkap sekuriti dan dibawa ke pos polisi yang berada tak jauh dari Sarinah. "Namun seluruh polisi di sana tampak ketakutan orang itu. Akhirnya kami ke Polsek Menteng," kata Norman.Namun di Polsek Menteng pun situasi tidak berubah. Bahkan orang itu memutarbalikkan fakta dengan mengatakan dirinya yang dikeroyok."Saat itu dua temannya bilang, dia itu anaknya Kapolda. Dia pun menelepon ayahnya yang katanya Kapolda dan minta polisi bicara melalui telepon," ujar Norman.Akhirnya polisi meminta Norman mengalah. Setelah dia pergi, Norman diantar petugas ke tempat kerjanya di Sarinah.Norman tidak tahu akan melaporkan kasus ini ke polisi atau tidak. Hingga saat ini Norman masih ketakutan dan trauma dengan kejadian malam itu. (ken/ken)


Berita Terkait