Larangan Terbang UE Belum Pengaruhi Pariwisata Bali
Selasa, 17 Jul 2007 21:24 WIB
Jakarta -
Larangan terbang pesawat Indonesia ke Uni Eropa belum berpengaruh buruk bagi pariwisata Bali. Pengaruhnya akan dirasakan 6 bulan setelah keputusan itu dikeluarkan.Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Gede Nurjaya usai dengar pendapat di DPRD Bali, jalan Dr. Kusuma Atmadja, Denpasar, Selasa (17/07/2007)."Larangan terbang belum ada pengaruhnya. Pengaruhnya tidak bersifat instan. Tidak bisa, sekarang ada kebijakan, pengaruhnya langsung bisa dirasakan sekarang juga," katanya.Nurjaya membantah adanya wisatawan yang telah membatalkan kunjungannya ke Indonesia terkait keputusan Uni Eropa tersebut. "Pembatalan itu bukan fakta tapi baru rencana. Setelah mereka melihat kondisi penerbangan Indonesia membaik, pada saatnya ke Bali, ya mereka pasti akan datang," ujarnya sengit.Nurjaya menunjukkan kunjungan wisatawan ke Bali mengalami kenaikan sebesar 35 persen pada bulan Januari hingga Juni 2007 dibandingkan pada bulan yang sama tahun 2006. Peringkat pertama jumlah wisatawan adalah Jepang, diikuti Australia. Wisatawan dari Asia-Fasifik meningkat sebesar 42% dari 149 ribu orang menjadi 750 ribu orang. Wisatawan Uni Eropa meningkat 21% dari 149 ribu orang menjadi 180 ribu orang. Sementara wisatawan Amerika meningkat sebesar 12 persen dari 32 ribu menjadi 38 ribu orang.
(gds/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































